Mata Banua Online
Kamis, April 9, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Dokter Sarankan Kurangi Asupan Gula dalam Kopi, Bisa Ancam Kesehatan

by Mata Banua
13 Mei 2025
in Mozaik
0
D:\2025\Mei 2025\13 Mei 2025\11\Halaman 1-11 Rabu\dokter.jpg
Dokter Sarankan Kurangi Asupan Gula dalam Kopi, Bisa Ancam Kesehatan

Minum kopi kini tak hanya sekadar rutinitas, namun telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern. Namun di balik popularitasnya, kandungan dalam secangkir kopi terutama yang telah ditambahkan gula, sirup maupun creamer perlu mendapatkan perhatian serius.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr Sony Wibisono, menjelaskan bahwa konsumsi kopi pada dasarnya dapat memberikan manfaat kesehatan, asalkan dalam kondisi dan takaran yang tepat. “Kopi murni sebenarnya mengandung banyak zat yang bermanfaat, seperti kafein dan asam klorogenat. Jika dikonsumsi dalam batas wajar, bisa membantu mengurangi peradangan, memperbaiki metabolisme gula dan lemak, serta menurunkan risiko penyakit Parkinson dan Alzheimer,” kata dr Sony dalam keterangan tertulis dikutip pada Rabu, kemarin.

Berita Lainnya

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

10 Februari 2026
5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

10 Februari 2026

Namun, dr Sony mengingatkan bahwa saat ini banyak kopi yang dikonsumsi masyarakat justru mengandung lebih banyak gula dan susu dibandingkan kopinya sendiri. Hal ini berisiko menambah asupan kalori harian yang signifikan.

“Terutama kopi kemasan atau kopi kade yang sudah dicampur berbagai bahan tambahan. Kalau dikonsumsi terus-menerus bisa berdampak buruk pada kesehatan,” kata dia.

Ia mengatakan, tidak semua orang cocok mengonsumsi kopi. Beberapa kelompok seperti ibu hamil, penderita hipertensi, epilepsi, dan penderita gangguan irama jantung lebih baik menghindarinya.

“Adapun untuk orang sehat, anjuran konsumsi maksimal adalah 400 mg kafein per hari, atau sekitar tiga cangkir kopi,” ujar dr Sony.

Dia menyarankan masyarakat untuk mengonsumsi kopi dalam bentuk yang alami dan tanpa tambahan gula atau sirup. “Misalnya menyeduh kopi dengan metode tubruk, atau memesan espresso dan americano tanpa gula. Dengan begitu tubuh bisa mendapatkan manfaatnya tanpa risiko kesehatan tambahan,” kata dia. rep

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper