Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Rentang Impor Ilegal China Banjiri Pasar

by Mata Banua
8 Mei 2025
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Dunia usaha mengkhawatirkan tarif resiprokal Amerika Serikat berisiko mem­bu­ka ruang impor barang ilegal dari China se­ma­kin membanjiri pasar Tanah Air.

Selain itu, pengenaan tarif ya­ng signifikan terhadap China ber­potensi meningkatkan an­cam­an dumping barang dari China ke negara selain AS, termasuk In­do­nesia.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Ketua Umum Asosiasi Pe­ng­u­saha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani menuturkan ris­iko dumping barang dari China ini lantaran Indonesia merupakan pa­sar dengan jumlah populasi ya­ng sangat besar.Imbasnya, tarif Trump yang signifikan akan mem­bawa dampak sistemik bagi pe­ta perdagangan global, ter­ma­suk Indonesia. Ditambah, lanjut Shinta, China merupakan salah satu negara asal impor utama AS.

Untuk diketahui, China men­yumbang 14% terhadap total im­por AS, atau senilai US$462 mi­liar 2024. “Dan ini berpotensi sa­ngat, potensi bahwa China ini akan mengalihkan arus balik China ke negara lain, termasuk ke Indonesia sebagai pasar pel­­a­rian,” kata Shinta.

Dia pun mengkhawatirkan ada­nya risiko banjir produk Chi­na yang akan semakin tinggi. Pa­da­hal, Shinta mengungkap se­be­lum adanya tarif resiprokal AS, In­do­nesia telah menghadapi tan­ta­ngan impor ilegal dari China ya­­­ng diperkirakan mencapai US$3,97 miliar dalam kurun 2018-Mei 2024.

Untuk itu, Apindo menilai pe­­m­erintah perlu memperkuat peng­a­wasan barang impor ilegal hingga tarif dumping melalui instrumen anti-dumping dan safeguard. “Ini sesuatu yang me­nu­rut saya, kita harus jaga, ja­ng­an kita jadi pasar dumping ne­ga­ra-negara lain,” imbuhnya.

Di samping itu, Shinta me­nu­turkan pasca pengumuman tarif re­siprokal AS, nilai tukar rupiah ter­hadap dolar AS mengalami pe­nu­runan hingga 0,8%. Adapun, ke­na­ikan tertinggi mencapai Rp17.000 terjadi pada 7 April 2025 dan dikhawatirkan bisa me­ng­ancam industri padat karya ya­ng saat ini masih tergantung de­ng­an bahan baku impor. Ter­catat, sebanyak 90% bahan ba­ku manufaktur Indonesia ma­sih bergantung pada impor dan 55% dari keseluruhan struktur bia­ya industri merupakan bahan baku.

Menurut Shinta, yang men­ja­di ancaman utama dari volatilitas ni­lai tukar bukan hanya kenaikan har­ga, melainkan ketidakpastian di dalam struktur biaya berusaha.

Di sisi lain, industri padat kar­ya juga tengah mengalami ber­bagai tekanan domestik, salah sa­tunya biaya berusaha yang ti­ng­gi. Saat ini, biaya logistik, bia­ya perizinan, biaya pinjaman, upah tenaga kerja di Indonesia re­latif tidak kompetitif di­ban­di­ng­kan negara lainnya. Tekanan la­innya adalah hambatan regulasi.

Dimana, sebanyak 43% pe­ru­sahaan menilai regulasi yang ada belum mendukung kinerja pro­duksi/penjualan. Diikut ma­sa­lah impor barang murah/ilegal, daya saing SDM yang rendah, pe­lemahan daya beli, serta an­cam­an keamanan investasi. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper