
BANJARMASIN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin mengklaim terjadi penurunan sekitar 20 persen volume sampah yang diangkut dari seluruh TPS.
“Alhamdulillah capaian kita cukup bagus, dan selanjutnya terkait 100 hari kerja untuk program persampahan. Alhamdulillah progresnya sudah mulai terurai persampahan kita,” kata Kepala DLH Kota Banjarmasin Alive Yoesfah Love, usai Rapat Expose Terkait Program dan Kegiatan Tahun 2025 di Ruang Rapat Walikota, di Balai Kota Banjarmasin, Rabu (7/5).
Meski demikian, saat ini pihaknya juga terus fokus dalam program penanganan sampah. Ada beberapa titik yang menjadi konsentrasi penanganan pihaknya saat ini yakni di TPS Gadang, TPS Cemara, dan TPS HKSN. Termasuk TPS liar yang ada di Kota Seribu Sungai.
“Besok kita akan eksekusi di Navigasi, Jl Belitung, karena TPS-nya tidak resmi. Jadi itu yang kita fokuskan, Insya Allah terus berkembang dan berprogres. Terutama untuk melakukan pembenahan di TPS-TPS,” katanya.
Sementara TPS3R, lanjut Alive, terus dilakukan revitalisasi agar bisa beroperasional secara maksimal karena untuk rencana penambahan masih tidak bisa dilakukan karena sulitnya mencari lahan.
Namun yang jelas, pihaknya akan terus berupaya dalam mengurangi volume sampah hingga tidak menitikberatkan di TPA Banjarbakula.
“Upaya jangka panjang kita, jangan sampai diBanjarbakula itu lebih tinggi. Makanya terus kita lakukan penurunan-penuruan penanganan persampahan,” tuturnya.
Saat ini lanjutnya, upaya pengurangan volume sampah itu terus dioptimalkan melalui TPS3R, PDU, rumah kompos, dan rumah cacah.
“Alhamdulilah semua berfungsi totalnya ada 21 tempat walaupun masih banyak menggunakan tenaga manusia. Tapi terus kita optimalisasi,” tutup Alive. via

