Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Mentan Jamin Hanya 0,1 Persen Stok Beras Bermutu Rendah

by Mata Banua
6 Mei 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Mei 2025\7 Mei 2027\7\7\master 7.jpg
IMPOR PANGAN – Pemerintah masih membuka keran impor untuk sejumlah komoditas pangan di tengah wacana swasembada pangan. Importasi sejumlah komoditas pangan perlu dilakukan lantaran kurangnya produksi dalam negeri ataupun produk tersebut tidak dapat dihasilkan oleh Indonesia.(foto:mb/ant

 

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan hanya 0,1 persen dari total stok beras pemerintah ya­ng mengalami penurunan mutu atau ber­ku­alitas rendah.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Ia menegaskan jumlah tersebut sangat ke­cil dan tidak menjadi hambatan dalam men­jaga ketahanan pangan nasional.

Menurut Amran, kualitas stok beras ya­ng dikelola pemerintah tetap dalam p­e­ng­a­was­an ketat. Ia mengakui adanya ke­mu­ng­kin­an stok rusak dalam skala kecil, namun me­minta agar temuan tersebut tidak me­ng­ga­nggu proses pengadaan beras yang terus ber­jalan.

“Kalau ada yang rusak, 1 kilogram (kg), 2 kg, 1 ton, 2 ton, sedikit. Tetapi yang ter­penting adalah kita beritahu ke Perum Bu­log agar menjaga kualitas. Tentu, tidak sem­purna 100 persen, iya. Mungkin ada 0,1 persen. Tetapi itu bukan kendala untuk men­jaga stok pangan nasional,” ujar Amran dalam konferensi pers di Kementan, Ja­karta Selatan.

Ia menambahkan pemerintah terus me­ne­kankan pentingnya menjaga mutu dalam se­tiap proses pengadaan. “Kita sudah ketat. Kita beri ketat, harus jaga kualitas. Pe­ng­adaan tetap jalan. Tapi jangan karena yang ru­sak, katakanlah 1 ton, 2 ton, ini yang me­ngganggu proses pengadaan beras. Itu eng­gak boleh. Tapi kami tekankan per­ha­tikan kualitas. Itu mutlak, itu mutlak,” te­gasnya.

Amran menyampaikan hal ini di tengah me­ningkatnya perhatian publik terhadap kua­litas sebagian beras bantuan dan ca­da­ngan beras pemerintah.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto sebelumnya me­ng­ungkapkan adanya temuan beras im­por lama yang disimpan di gudang Perum Bu­log dalam kondisi tidak layak konsumsi. Dalam kunjungan kerjanya ke Yogyakarta, ia mendapati stok beras yang dipenuhi kutu.

“Pada reses yang lalu, pada kunjungan ker­ja yang lalu, saya memimpin tim ke Yog­yakarta, dan kami meninjau gudang Bu­log. Di situ kami menemukan masih ban­yak beras-beras sisa impor yang lalu di dalam gudang Bulog itu yang sudah ban­yak kutunya,” ungkap Titiek.

Ia pun meminta agar beras yang tidak la­yak konsumsi tersebut segera dikelola de­ngan baik dan dimanfaatkan untuk ke­per­luan lain agar tidak terbuang sia-sia. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper