
SURABAYA – Kegiatan Halal Bihalal & Silaturahmi Warga Banjar se-Jawa Timur yang digelar di Graha Widya Bhakti (Kampus STIESIA), Surabaya pada Minggu (27/4) lalu, berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari warga perantauan setempat.Bahkan, boleh dibilang kegiatan kali ini mampu memecahkan rekor, jika dilihat dari jumlah warga yang hadir.
Betapa tidak, seperti dikutip Media KKB Sadunia, sejak dini hari, Minggu (27/4), iring-iringan kendaraan dengan plat dari berbagai kota di Jawa Timur tampak memenuhi Jalan Menur Pumpungan, Surabaya. Warga Banjar dari Tulungagung, Blitar, Kediri, Situbondo, Malang, Mojokerto, Bangil-Pasuruan, Gresik, Sidoarjo, hingga jauh dari penjuru kota lainnya, berbondong-bondong untuk menghadiri gelaran akbar yang digelar setahun sekali oleh Pengurus Wilayah Kerukunan Bubuhan Banjar (PW KBB) Jawa Timur tersebut.
Bertemakan “Mempererat Silaturahmi Untuk Membangun Kerukunan Yang Kuat dan Bermartabat dengan Masyarakat Dimana Pun Berada”, acara ini menjadi ajang reuni dan ekspresi kebanggaan akan budaya Banjar, sekaligus momen langka untuk saling mengeratkan persaudaraan anak rantau.
Ribuan hadirin, termasuk para pengurus pusat, perwakilan KBB dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Riau, dan tujuh pengurus daerah se-Jawa Timur, serta tokoh-tokoh Banjar dari Jawa Timur hingga Kalimantan Selatan, turut memeriahkan acara bersejarah ini.
Memasuki area gedung, tamu dan undangan langsung disambut suasana meriah penuh warna. Sebanyak 53 stand bazar UMKM binaan KBB Jatim berderet memanjakan pengunjung dengan aneka kuliner, kerajinan tangan, kain, hingga jajanan khas Banjar. Tenda-tenda bazar didominasi warna merah dan kuning, dihiasi ornamen khas Banjar yang makin mempertegas identitas budaya dalam gebyar acara. Gapura “Lawang Sekiping” dengan detail air guci perak dan kain habang, serta spanduk ucapan selamat datang, membuat setiap tamu merasa pulang ke kampung halaman.
Setiap undangan mendapatkan satu nasi kotak, sebotol air mineral, serta kupon undian doorprize yang semakin menambah antusiasme peserta. Khusus tamu VIP, disuguhkan Soto dan Karih Daging khas Banjar, serta layanan Bufet istimewa.
Acara dibuka dengan lantunan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Lalu, suasana semakin hangat dengan sambutan-sambutan yang diselingi penampilan musik Banjar, Madihin dari Jhon Tralala Junior Bersaudara, hibah dari Pemkot Banjarmasin, serta aksi Fashion Show Batik Khas Tabalong karya desainer kondang Magdalena Syahdan yang dimotori Pemkab Tabalong. Tak ketinggalan, seni Hadrah turut menjemput para VIP yang datang.
Kemeriahan berlangsung hingga pengujung acara, di mana ratusan hadiah doorprize dibagikan, dengan hadiah utama sebuah kulkas besar yang menjadi rebutan dan penutup hangat reuni warga Banjar se-Jawa Timur di rantau.
Meski acara berjalan sukses serta dihadiri tokoh-tokoh penting dan pejabat dari Pemprov dan Pemko Surabaya, serta perwakilan suku-suku di Jatim, namun absennya perwakilan resmi dari Pemprov Kalimantan Selatan tanpa alasan jelas menimbulkan kekecewaan. Hanya Hj Ananda (Wakil Walikota Banjarmasin), Seswan dan Anggota DPRD Balangan yang berkesempatan hadir.
“Kami sangat menyayangkan minimnya kehadiran pejabat Pemerintah Provinsi Kalsel, padahal undangan sudah kami sampaikan secara resmi. Sinergi daerah asal dan perantauan sangat penting dirawat, ungkap H Ma’mun Hasan, tokoh Banjar Jatim, didampingi H Rosehan NB, tokoh Banjar sekaligus Mantan Wagub Kalsel yang kini menjabat Ketua Komisi III DPRD Kalsel.
Meski demikian, semangat kebersamaan dan silaturahmi yang tersulam dalam Halal Bihalal KBB Jatim tetap menjadi inspirasi khusus bagi warga Banjar dimanapun berada: menjaga adat, merajut keluarga, membangun kerukunan, dan menjaga martabat Banua di rantau.ms/ril

