Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Realisasi Belanja Capai Rp8,54 Triliun

by Mata Banua
1 Mei 2025
in Ekonomi & Bisnis
0

BANJARMASIN – Kepala Kanwil Direktorat Jen­de­ral Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Ka­li­man­tan Selatan, Syafriadi mengungkapkan hingga tri­wulan I (Januari-Maret) tahun 2025 realisasi be­lanja negara (APBN) di Kalsel mencapai Rp8,54 triliun atau 22,57 persen.

“Dari realisasi belanja negara di Kalsel hingga triwulan I tahun 2025 sebesar Rp8,54 triliun atau 22,57 persen dari pagu sebesar Rp37,82 triliun itu terdiri dari be­lanja pemerintah pusat sekitar Rp1,53 triliaun atau 15,39 per­sen,” ujarnya di Banjarmasin, Ra­bu (30/4).

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Hal itu disampaikannya da­lam media briefing realisasi pen­da­patan dan belanja regional Ka­li­mantan Selatan hingga triwulan I tahun 2025 di Banjarmasin.

Sedangkan realisasi belanja trans­per ke daerah (TKD), sebut Syafriadi, sampai triwulan I 2025 men­capai Rp7,01 triliun atau 25,13 persen dari pagu.

Syafriadi mengakui, pada ta­hun 2025, pagu untuk belanja APBN di Kalsel menurun 9,39 per­sen akibat efesiensi anggaran dan penurunan pagu tersebut turut ber­kontribusi pada melambatnya per­tumbuhan belanja APBN di Kal­sel sampai Maret 2025.

Jenis Belanja TKD, katanya, ma­sih mendominasi struktur be­lan­ja APBN di Kalsel dengan kon­tribusi 84,89 persen.

Untuk TKD, lanjutnya, Ka­bu­paten Barito Kuala (Batola), me­raih peringkat 1 nasional pen­ya­luran dana alokasi khusus (DAK) Fisik 2025.

Dia menjelaskan, di­ban­di­ng­kan tahun lalu pada periode yang sa­ma, penyaluran TKD secara growth mengalami peningkatan 13,26 persen.

Berdasarkan persentase, pen­ya­luran tertinggi ada pada Ka­bu­pa­ten Hulu Sungai Utara (HSU) se­besar 29,54 persen dari pagu dan terendah ada pada Kabupaten Ko­tabaru yang merealisasikan 22,28 persen dari pagu.

Menyinggung realisasi pen­da­patan APBN di Kalsel tahun 2025, Syafriadi, hingga triwulan I tahun 2025 telah terealisasi se­besar Rp2,05 triliun atau 9,32 per­sen dari target yang ditetapkan se­be­sar Rp22,02 triliun.

Capaian pendapatan negara di Kal­sel tersebut mengalami kon­trak­si 44,72 persen di­ban­di­ng­kan pe­riode yang sama tahun lalu. Pe­nerimaan Per­pa­jakan men­do­mi­nasi pendapatan ne­gara. Wa­lau­pun secara ke­se­lu­ruhan pe­neri­maan negara ter­kon­traksi. Penerimaan dari ke­pa­beanan dan cukai sudah me­lam­paui target dan tum­buh po­si­tif 479,29 persen.

Sementara itu, realisasi pe­ne­rimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga triwulan I tahun 2025 di Kalsel mengalami kon­trak­si 13,9 persen yang di­kon­tri­busikan oleh penurunan PNBP la­innya sekitar 20,36 persen.

PNBP yang dikelola oleh Di­rek­torat Jenderal Kekayaan Ne­ga­ra (DJKN) Kalselteng antara la­in PNBP Aset, Piutang Negara dan Lelang dengan total kon­tri­bu­si terhadap pendapatan negara se­besar Rp5,96 miliar.

Penerimaan dari Kepabeanan dan Cukai sampai dengan Maret 2025 terealisasi sebesar Rp271,17 miliar dan Penerimaan La­innya yang dipungut oleh DJBC sebesar Rp1,240 triliun. ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper