Mata Banua Online
Selasa, April 7, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Produksi Sampah Organik di Banjarmasin 300 Ton per Hari

by Mata Banua
13 April 2025
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2025\April 2025\14 April 2025\5\hal 5\Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin,.jpg
KEPALA Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love.(foto:mb/ant)

BANJARMASIN – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love menyampaikan, produksi sampah organik di kotanya lebih 300 ton perharinya.

“Sekitar 52 persen produksi sampah di kota ini jenis organik,” ujarnya di Banjarmasin, Minggu.

Berita Lainnya

Pembangunan Jembatan Garuda Ditargetkan Selesai Tiga Bulan

Pembangunan Jembatan Garuda Ditargetkan Selesai Tiga Bulan

6 April 2026
Walikota Tinjau Pelaksanaan TKA SMP

Walikota Tinjau Pelaksanaan TKA SMP

6 April 2026

Menurut dia, produksi sampah di kota ini sekitar 600 ton lebih perharinya dengan jumlah penduduk lebih 700 ribu jiwa.

“Jadi banyak sampah bekas makanan dan lainnya yang jenis organik dari masyarakat kita,” tuturnya.

Sedangkan sampah lainnya, ungkap Alive, seperti botol plastik hanya sekitar 12 persen, sisanya sampah seperti kantong plastik dan lainnya.

“Jadi jika kita bisa mengelola sampah organik ini dengan maksimal, kita bisa mengurangi darurat sampah saat ini,” ujarnya.

Alive menyatakan, gerakan pengolahan sampah organik pun tengah digalakkan untuk dijadikan kompos, di mana masyarakat diminta melakukan pemilihan sampah organik dan anorganik, sebelum dibuang ke tempat pembuangan sampah (TPS).

“Saat ini sudah ada kemajuan untuk pemilihan sampah di tingkat kelurahan, di mana dirikan rumah pilah,” ujarnya.

Menurut Alive, Kota Banjarmasin saat ini terus berjuang untuk keluar dari darurat sampah akibat ditutupnya Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI pada 1 Februari 2025.

Selain melakukan upaya pemilahan sampah tersebut, pengiriman sampah ke TPAS Banjabakula di Kota Banjarbaru terus dimaksimalkan.

“Saat ini kita bisa mengirim sampah ke TPAS Banjabakula sekitar 300 ton,” ujarnya.

Untuk tumpukan sampah yang masih terlihat dibeberapa titik, Alive menyatakan akan segeranya ditangani.

“Kita harus bersama-sama untuk penanganan darurat sampah ini, kami minta masyarakat mendukung program pilah sampah dari rumah,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, TPAS Basirih milik Pemko Banjarmasin mendapatkan sanksi tegas penutupan dari 1 Februari 2025 hingga kini dari Kementerian Lingkungan Hidup karena masih menggunakan sistem terbuka (open dumping).

Sanksi tersebut hingga membuat sampah di Kota Banjarmasin banyak timbunan atau tidak terangkut di tempat pembuangan sementara (TPS), karena produksi sampah di Kota Banjarmasin setiap harinya mencapai lebih 600 ton. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper