Mata Banua Online
Jumat, April 10, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Hati-Hati Stres Berlebih Bisa Meningkatkan Risiko Stroke pada Wanita

by Mata Banua
13 April 2025
in Mozaik
0
D:\2025\April 2025\14 April 2025\11\Halaman 1-11 Senin\hati.jpg
(foto:mb/web)

Wanita perlu lebih pandai mengelola stres. Studi terbaru mengungkap wanita dengan stres berlebih dapat meningkatkan risiko terkena stroke.

Studi yang diterbitkan di Neurology awal bulan ini mengungkap hubungan tingkat stres tinggi dan peningkatan risiko stroke pada wanita usia 18-49 tahun.

Berita Lainnya

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

10 Februari 2026
5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

10 Februari 2026

Peneliti melibatkan 426 orang peserta usia 18-49 tahun dengan stroke iskemik. Sekitar setengah peserta merupakan wanita. Kemudian kelompok lain sebanyak 426 peserta dengan jenis kelamin sama dengan kelompok pertama tapi tidak perlu mengalami stroke.

Semua peserta mengerjakan kuesioner tentang tingkat stres selama sebulan. Sementara kelompok dengan stroke iskemik menjawab pertanyaan tambahan tentang tingkat stres jelang stroke.

Survei mengungkap mereka yang stroke mengalami tingkat stres jauh lebih tinggi. Dari kelompok dengan stroke iskemik, 46 persen melaporkan tingkat stres sedang hingga tinggi. Pada wanita, mereka yang stres sedang memiliki risiko stroke 78 persen lebih tinggi, sedangkan stres tinggi berkaitan dengan risiko stroke 6 persen lebih tinggi.

“Studi kasus-kontrol seperti yang kami lakukan hanya dapat menunjukkan korelasi antara stres dan risiko stroke yang lebih tinggi, bukan kausalitas,” kata penulis studi Nicolas Martinez-Majander, mengutip dari Health.

Kemudian, kenapa wanita lebih berisiko stroke yang berhubungan dengan stres?

Martinez-Majander dan tim peneliti menduga wanita lebih banyak melaporkan soal stres kronis sebab harus menjalani banyak peran seperti pekerjaan, keluarga dan pengasuhan.

Kemungkinan lain, wanita lebih mungkin melaporkan gejala kesehatan mental somatik seperti stres ketimbang pria. web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper