Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pemudik Diproyeksi Turun

by Mata Banua
26 Maret 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Maret 2025\27 Maret 2025\7\7\master 7.jpg
DIPADATI PEMUDIK – Hingga lima hari menjelang Lebaran arus mudik dari berbagai jalur transportasi mengalami kepadatan. Namun diperkirakan mudik 2025 ini berkurang dibanding tahun 2024 lalu.(foto:mb/ant)

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Ke­men­hub) memproyeksi pemudik pada lebaran 2025 turun 24 persen dibandingkan tahun lalu.

Survei Badan Kebijakan Trans­portasi Kemenhub mencatat to­tal pemudik 2025 kemungkinan han­ya 146,48 juta orang. Ini ka­lah banyak dibandingkan tahun se­belumnya yang tembus 193,6 juta pemudik.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

“Benar, besaran potensi per­ge­rakan masyarakat saat mudik le­baran tahun ini (2025) m­e­ng­a­la­mi penurunan dibanding tahun la­lu,” ujar Kepala Biro Ko­mu­ni­kasi dan Informasi Publik Ke­men­hub Budi Rahardjo.

“Mengenai apa penyebabnya (jum­lah pemudik turun) tidak men­jadi fokus dalam penelitian, se­hingga kami tidak dapat men­yam­paikan penyebab persis dari pe­nurunan tersebut,” sam­bu­ng­nya.

Juru Bicara Kemenhub Elba Damhuri juga tak bisa men­jel­as­kan alasan penurunan 24 persen pe­mu­dik di tahun ini. Ia hanya mem­benarkan proyeksi mas­ya­ra­kat yang akan pulang kampung ada 146,48 juta orang, tapi mengaku bukan kapasitas K­e­men­hub untuk menjelaskan ala­san turunnya pemudik.

Di lain sisi, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan In­dus­tri Indonesia (Kadin) Bidang Pe­ng­embangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang mem­bo­cor­kan lima alasan utama ber­ku­ra­ng­nya pemudik di 2025.

“Pertama, jarak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan Idulfitri yang sangat berdekatan. Se­hingga masyarakat yang sudah ber­libur saat Nataru tidak lagi me­ren­canakan liburan atau pulang kam­pung saat Idulfitri,” ungkap Sarman dalam keterangan tertulis.

Kedua, Sarman melihat ada pe­ngaruh dari kondisi ekonomi In­donesia. Ia menilai banyak mas­yarakat memilih berhemat, ter­lebih mesti menyiapkan biaya un­tuk tahun ajaran baru dalam be­berapa bulan ke depan.

Ketiga, saat ini tengah marak ka­sus pemutusan hubungan kerja (PHK). “Keempat, penurunan da­ya beli masyarakat serta ke­li­ma, faktor cuaca yang turut mem­pe­ng­aruhi niat masyarakat un­tuk pulang kampung,” je­las­nya.

Sarman bahkan memproyeksi ua­ng yang beredar di momen Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah han­ya Rp137,97 triliun. Ini lebih ren­dah Rp20 triliun dibandingkan per­putaran uang di momen yang sa­ma pada tahun lalu sebesar Rp157,3 triliun.

Terpisah, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Na­vi­ga­si Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia mem­prediksi puncak pergerakan la­lu lintas penerbangan masa ang­kut­an mudik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah terjadi pada 26 Ma­ret 2025. Direktur Utama AirNav Indonesia Capt Avirianto Suratno di Tangerang me­ng­a­ta­kan bahwa pihaknya telah mem­pro­yeksikan kenaikan pergerakan la­lu lintas penerbangan sebesar 5 persen pada periode mudik le­baran 2025.

Kenaikan itu, meningkat di­ban­dingkan dengan pergerakan la­lu lintas angkutan udara saat pe­ri­ode mudik lebaran 2024. “Pro­yeksi kenaikan pergerakan lalu lin­tas penerbangan sebanyak 5 per­sen apabila dibandingkan ta­hun 2024. Puncaknya di­per­ki­ra­kan akan terjadi pada tanggal 26 Ma­ret 2025 untuk arus mudik dan puncak arus balik di tanggal 6 April 2025,” tuturnya, Rabu.

Capt. Avi menyebutkan se­lama periode mudik Lebaran ini pi­haknya akan memastikan ke­lancaran seluruh sistem navigasi pen­erbangan di bandara-bandara ya­ng ada di Indonesia. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper