
TANJUNG – Bupati dan Wakil Bupati Tabalong HM Noor Rifani dan Habib M Taufani Alkaf bakal memastikan berkurangnya angka pengangguran di Bumi Sarabakawa melalui salah satu tujuh program prioritas Tabalong SmaRT, yakni Mencetak 15 Ribu Tenaga Terampil.
Program tersebut akan mencetak tenaga kerja berkualitas melalui pelatihan dan pendidikan yang akan dilaksanakan pada periode tahun 2025-2030, dan diharapkan nantinya akan lahir 15 ribu tenaga terampil yang siap bekerja dan berkontribusi bagi kemajuan Tabalong.
Duet Haji Fani dan Habib Taufan melalui program ini berusaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal yang berdaya saing, sehingga mampu menyambut tantangan dan peluang kerja yang ada.
Menurut bupati, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong melalui Balai Latihan Kerja (BLK) adalah pemegang peran penting dalam mencetak para tenaga kerja terlatih dan juga terampil.
Karenanya, ia memastikan untuk lebih menggenjot lagi pendidikan dan pelatihan dari tempat tersebut dengan menggandeng berbagai pihak terkait baik swasta, BUMN maupun pihak lainnya.
“Pelatihan keterampilan baik itu bisnis manajemen, administrasi perkantoran, mekanik, las industri, instalasi listrik rumah tangga, teknisi AC, maupun latihan kerja lainnya yang akan ditingkatkan sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan,” kata Haji Fani.
Selain menyebut pelatihan yang beragam, Bupati Tabalong menyatakan kesiapannya mendukung peningkatan fasilitas BLK Tabalong guna mengoptimalkan pencetakan tenaga kerja terampil di daerah ini.
“Peningkatan peralatan, sarana dan prasarana BLK Tabalong penting artinya. Hal ini agar lebih optimal dalam menghasilkan tenaga kerja yang andal nantinya,” ujarnya.
Senada, Pelaksana Tugas Kepala Disnaker Tabalong Subhan mengatakan, pelatihan keterampilan memiliki peran strategis dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di berbagai bidang.
Menurutnya, pelatihan akan semakin meningkatkan kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan sertifikasi yang resmi, sehingga hal ini menjadi kesempatan emas bagi masyarakat Tabalong untuk memperbesar peluang lebih luas dalam mendapatkan pekerjaan maupun dalam menciptakan lapangan kerja sendiri.
Pelatihan di BLK Disnaker Kabupaten Tabalong memprioritaskan bagi masyarakat tidak mampu serta individu berprestasi. Pendanaannya sendiri berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Subhan berharap program pelatihan tenaga terampil ini bisa menjadi wujud nyata dan komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran, bahkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perluasan kesempatan kerja.
“Dengan persaingan kerja yang semakin ketat, hanya mereka yang memiliki keterampilan dan kesiapan yang baik yang akan mampu bertahan dan mendapatkan pekerjaan yang layak,” katanya.
Masyarakat, lanjut dia, hendaknya dapat memanfaatkan kesempatan program Bupati dan Wakil Bupati Tabalong ini sebaik-baiknya agar dapat meraih pekerjaan yang layak dan berkontribusi bagi masyarakat dan daerah. rls

