
BANJARMASIN- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 Kilogram di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) aman.
Hal tersebut disampaikannya usai melakukan sidak kebeberapa lokasi seperti SPBU Jalan lingkar Utara Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru, Pangkalan LPG 3 Kilogram Sudarga Jalan Sukamara, SPBU Nelayan PT AKR dan Integrated Terminal Banjarmasin.
Bahlil Lahadalia mengatakan terkait LPG di Kalsel tingkat pangkalan ke rakyat langsung dan tepat sasaran. Kalau untuk LPG di Kalimantan 5 sampai 6 hari tidak ada masalah, karena suplainya dekat saja dari Jawa, yakni hanya dua hari.
Di samping itu, Presiden Prabowo meminta kepastian nelayan untuk mendapat minyak subsidi. “Tadi saat berdialog dengan masyarakat nelayan, rata-rata mereka tidak pernah mengeluhkan kesulitan mendapat BBM, harganya Rp 6.800 pakai B40 dan selalu terjaga stoknya,” jelas Bahlil di Banjarmasin, Rabu (19/3) sore .
Jadi, bagi masyarakat nelayan yang mau mencari ikan ke laut, dipersilakan karena sudah disiapkan BBMnya. “Selain itu ketersediaan BBM kita itu sekitar 18 sampai 21 hari yang mau hari raya tidak masalah,” ujar Bahlil.
Ia menegaskan, distribusi BBM bersubsidi terutama Pertalite harus tepat sasaran, karena itu penggunaan barcode untuk pembeliannya menjadi keharusan. “Harus pakai barcode untuk pembelian Pertalite bagi kendaraan roda empat,” ujarnya.
Dijelaskan Bahlil, setiap tahun pemerintah mengeluarkan dana ratusan triliun untuk subsidi BBM, karena itulah dengan penggunaan barcode bisa menghindari penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Selain mengecek soal barcode, Bahlil juga melakukan pengecekan kualitas Pertamax yang dijual ke masyarakat dan ia memastikan kualitas Pertamax yang dijual sudah sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.
Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, H Isharwanto menyambut kedatangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia di VIP Room Bandara Sjamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru pada Rabu (19/3) pagi.
Tampak hadir Plt Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM RI, Mirza Mahendra; Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan; Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo; Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri dan jajaran Forkopimda lainnya.
Sejumlah jajaran pimpinan berbaris sembari menunggu detik-detik landing. Tiba pukul 11.45 WITA, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, H. Isharwanto pun bersalaman langsung dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia di lapangan bandara.
Tak lama, Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia memasuki mobil Alphard beserta rombongan menuju lokasi kegiatan dalam upaya pemantauan di Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) hingga pangkalan dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setempat.
Usai prosesi penyambutan, rombongan menuju ke lokasi peninjauan dalam rangka Kesiapan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1446 H Tahun 2025 oleh Menteri ESDM RI di kawasan SPBU 64.707.11.
Kemudian, memasuki daerah di SPPBE PT. Citra Mandiri Energi Jl. Gubernur Syarkawi, SPBU Nelayan PT AKR Jl RK ilir, Integrated Terminal Banjarmasin dan GIS Ulin 150 Kv PT PLN. rds/adp

