
BANJARMASIN – Bazar Pasar Murah BCSR Pemko Banjarmasin di halaman Kecamatan Banjarmasin Timur (Bantim) diserbu masyarakat sekitar, Selasa (18/3).
Pasalnya selain menyediakan tebus murah kupon sembako subsidi, pasar murah juga menggandeng distributor gas LPG untuk berpartisipasi memeriahkan bazar.
Gas LPG yang disedikan sebanyak 280 tabung LPG ludes terjual dengan harga pangkalan Rp18.500.
Nepi Erna Wati, salah seorang warga memanfaatkan ketersediaan gas LPG di pasar murah itu untuk menukar tabung gas kosongnya. “Pas sekali karena pada ramadan dan jelang lebaran penggunaan gas LPG untuk memasak lebih tinggi atau cepat habis, dengan ini kami bisa menyiapkan gas LPG lebih dahulu,” ungkapnya.
Senada, Rusida, warga lainnya mengaku bersyukur dirinya sempat membeli gas elpiji 3 kilogram dengan harga pangkalan.
Mengingat harga gas melon yang biasa ia beli di eceran di kisaran Rp 28 ribu bahkan jika kondisi langka bisa mencapai Rp 35 ribu per tabungnya.
“Alhamdulillah terbantu sekali dibandingkan biasanya saya beli harga Rp 30 ribu. Apalagi sebulanan ini susah dicari jadi harganya mahal sampai Rp 35 ribu,” tuturnya.
Ia membeberkan baru pertama kali ini membeli gas elpiji melon di pasar murah yang ditebus dengan harga pangkalan.
“Iya ini pertama tadi tahu infonya di sekolah ibu-ibu bicara soal ini makanya ke sini. Ya harapannya bisa digelar lagi karena sangat membantu seperti saya ini,” harapnya.
Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Faisal Akly mengungkapkan, pihaknya menyediakan 280 tabung gas subsidi yang dijual di pasar murah.
“Karena jumlahnya terbatas jadi hanya diprioritaskan warga miskin dan untuk menebus pun harus membawa KTP dan Kartu Keluarga,” kata Akly di sela-sela kegiatan Bazar Pasar Murah CSR di Halaman Kantor Kecamatan Banjarmasin Timur.
Akly menjelaskan dari 27 titik pelaksanaan pasar murah CSR di Kota Banjarmasin selama bulan Ramadhan memang hanya 10 titik yang menyediakan penjualan tabung gas elpiji 3 kilogram.
10 titik itu sendiri dianggap telah memenuhi kriteria karena merupakan wilayah dengan data warga miskin dan miskin ekstrem terbanyak di Kota Banjarmasin.
Selain itu, permintaan gas melon di sejumlah titik itu sangat tinggi hingga sering terjadi kelangkaan dan banyak dikeluhkan masyarakat.
“Jadi hanya 10 titik saja, itu pun sebelumnya sudah kita seleksi lokasi mana saja untuk penyediaan tabung gas subsidi ini,” tuturnya.
Setiap titik sendiri lanjutnya, disediakan sebanyak 280 tabung gas melon yang dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp. 18.500.
Adapun 10 titik itu yaitu Kantor Kecamatan Banjarmasin Timur, Kelurahan Pemurus Luar, Kelurahan Telaga Biru, Kelurahan Tanjung Pagar, Kelurahan Sungai Miai, Kantor Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kelurahan Sungai Andai, Kelurahan Pasar Lama, Kelurahan Alalak Selatan dan Kelurahan Basirih. via

