Mata Banua Online
Minggu, April 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Bukan Saudi, Ini Dia Raja Ekspor Kurma ke Indonesia

by Mata Banua
18 Maret 2025
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2025\Maret 2025\19 Maret 2025\7\7\sdvd.jpg
IMPOR KURMA – Setiap ramadhan Indonesia membutuhkan kurma yang banyak untuk keperluan berbuka puasa.(foto:mb/ant)

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatattren impor kurma ke In­donesia mengalami peningkatan men­jelang bulan suci Ramadhan dan Le­bar­an. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan jumlah impor kur­ma mencapai puncaknya pada Ja­nu­ari dan Februari 2025.

“Kita melihat tren impor kurma mu­lai meningkat dalam lima bulan jelang Ra­madhan. Jumlah impor kurma paling ti­nggi terjadi pada Januari dan Feb­ruari,” ujar Amalia dalam jumpa pers di Jakarta.

Berita Lainnya

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

BTN Tumbuh Positif di Kalsel

24 April 2026
Harga Emas Antam Kembali Merosot

Harga Emas Antam Kembali Merosot

23 April 2026

Berdasarkan data BPS, ucap Amalia, impor kurma pada Februari 2025 tercatat sebesar 16,47 ribu ton de­ngan nilai 18,09 juta dolar AS. Amalia mengatakan mayoritas impor kur­ma pada bulan tersebut berasal dari Me­sir yang menyumbang 9,24 ribu ton atau 56,12 persen dari total impor.

“Sementara itu, Arab Saudi men­yu­plai 2,69 ribu ton atau 16,32 persen, di­ikuti oleh Uni Emirat Arab (UEA) de­ngan 1,19 ribu ton atau 7,22 per­sen,” ucap Amalia.

Secara kumulatif sepanjang Ja­nu­ari-Februari 2025, sambung Amalia, im­por kurma tercatat mencapai 32,89 ri­bu ton dengan nilai 38,76 juta dolar AS. Dari jumlah tersebut, Amalia sam­paikan, 19,39 ribu ton atau 58,96 per­sen berasal dari Mesir menjadikannya se­bagai pemasok terbesar.

“Kemudian ada Arab Saudi men­yum­bang 13,87 persen, UEA dengan 8,96 persen, Tunisia dengan 6,87 per­sen, dan Iran sebesar 4,39 persen,” sam­bung Amalia.

Dalam rilis berita resmi statistik ter­se­but, Amalia juga mengungkapkan ni­lai impor Indonesia pada Februari 2025 men­capai 18,86 miliar dolar AS. Amalia menyampaikan angka tersebut me­ngalami peningkatan 5,18 persen di­ban­dingkan Januari 2025 dan naik 2,30 per­sen dibandingkan periode yang sa­ma tahun sebelumnya.

“Nilai impor Indonesia terdiri atas mi­gas senilai 2,87 miliar dolar AS atau na­ik 15,50 persen diban­di­ng­kan Ja­nu­ari 2025,” kata Amalia. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper