Mata Banua Online
Rabu, April 8, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Karantina Awasi Komoditas di Pelabuhan

by Mata Banua
12 Maret 2025
in Banjarmasin, Indonesiana
0
D:\2025\Maret 2025\13 Maret 2025\2\Karantina Awasi Komoditas di Pelabuhan.jpg
PETUGAS Karantina Kalsel saat memeriksa Sapi dari luar daerah di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, beberapa waktu lalu.9foto:mb/ant)

BANJARMASIN – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggencarkan pengawasan komoditas di pelabuhan selama Bulan Ramadhan, guna mencegah penyebaran hama penyakit organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) dan hama penyakit hewan (HPH).

“Ada tiga satuan pelayanan di wilayah pelabuhan, yakni Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Pelabuhan Batulicin, dan Pelabuhan Kotabaru,” kata Kepala Karantina Kalsel Erwin Dabuke, Selasa (11/3).

Berita Lainnya

Walikota Sepakat Benahi Banjir dari Hulu ke Hilir

Walikota Sepakat Benahi Banjir dari Hulu ke Hilir

7 April 2026
Disdik Kaji Kesiapan Full Day pada Tingkat SD

Disdik Kaji Kesiapan Full Day pada Tingkat SD

7 April 2026

Ia menyebutkan, Karantina Kalsel baru saja memeriksa 590 ekor Sapi di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin kedatangan dari Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, sebagai pasokan kebutuhan daging selama Ramadhan di Provinsi Kalsel.

Setelah dilakukan tindakan karantina, seluruh hewan dinyatakan sehat dan layak di konsumsi untuk kebutuhan Idul Fitri.

“Untuk memenuhi kebutuhan daging Sapi masyarakat di Kalsel harus dipastikan kesehatannya, sehingga masyarakat nantinya akan mendapatkan daging Sapi yang aman serta layak di konsumsi,” ujarnya.

Khusus komoditi hewan, lanjut dia, pemeriksaan cukup ketat untuk mencegah risiko masuk dan tersebarnya hama dan penyakit hewan yang dapat berdampak bagi perekonomian setempat, sesuai dalam Surat Edaran Kepala Badan Karantina Indonesia Nomor 38 Tahun 2025 tentang Peningkatan Kewaspadaan Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kemudian, Karantina Kalsel juga memeriksa 6,5 ton biji Kakao yang diberangkatkan dari Pelabuhan Batulicin menuju Makassar, Sulawesi Selatan.

Selain menjamin hama penyakit tidak masuk ke Kalsel, pemeriksaan ini juga guna memastikan hama penyakit tidak ada di daerah tujuan pengiriman komoditas.

Erwin menjelaskan, tidak hanya mencegah penyebaran hama penyakit, Karantina Kalsel berkomitmen memberikan jaminan kesehatan terhadap komoditas yang akan di lalulintaskan, apalagi karantina memiliki peran untuk mendorong keberlanjutan perdagangan komoditas unggulan pada masing-masing daerah.

Selain memeriksa komoditas ke luar-masuk dalam jumlah besar, Karantina Kalsel juga memeriksa dan mengawasi secara rutin turun naiknya penumpang kapal yang membawa barang tentengan, berupa hewan, ikan, tumbuhan, serta komoditas lainnya.

Menurutnya, pengawasan ini merupakan upaya pencegahan risiko masuk dan tersebarnya hama/penyakit pada hewan, ikan dan tumbuhan yang masuk melalui pelabuhan, seperti hewan Ayam, burung, tanaman, dan beberapa komoditas yang paling sering di bawa penumpang yang datang dari luar daerah.

Meskipun barang bawaan biasanya berjumlah sedikit, tetap memiliki risiko sebagai pembawa atau menjadi sumber penyebaran penyakit.

Sebagai contoh, benih tanaman yang termasuk dalam kategori high risk (berpotensi membawa hama, penyakit, atau virus tumbuhan), meski jumlah sedikit namun dapat menimbulkan dampak kerugian ekonomi yang besar.

Karena itu, Erwin meminta petugas karantina memastikan semua komoditas yang di bawa telah di lengkapi dokumen karantina dari daerah asal sesuai dengan Undang Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan bahwa komoditas tersebut wajib disertai sertifikat kesehatan karantina dan dilaporkan kembali kepada petugas karantina di daerah tujuan.

“Selama Bulan Ramadhan hingga lebaran nanti, petugas karantina akan terus bersiaga melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap lalu lintas komoditas berupa hewan, ikan, tumbuhan, dan produknya yang melalui pelabuhan, termasuk bandara,” pungkasnya. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper