
BANJARMASIN – Kebijakan pemerintah melakukan efesiensi anggaran di seluruh Indonesia, juga diterapkan di Banjarmasin. Menurut Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin, kebijakan efesiensi anggaran itu tak akan berdampak pada program pembangunan kota ini.
Sebab, jika mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 mengenai efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD Tahun 2025, hal itu lebih kepada pengoptimalan penggunaan anggaran negara.
Pemerintah daerah pun bijak untuk melakukan efisiensi, terutama pada pengurangan 50 persen belanja perjalanan dinas, pembatasan belanja honorarium dengan mengurangi jumlah tim dan menyesuaikan honor sesuai standar harga satuan regional.
Kemudian pembatasan kegiatan tidak prioritas, termasuk seremonial, studi banding, publikasi, dan Focus Group Discussion (FGD) serta pemangkasan anggaran Alat Tulis Kantor (ATK).
“Jadi dalam tanda kutip bahwa efesiensi itu bukan memangkas segala sesuatu. Tidak seperti itu, kalau sepahaman kita pemangkasan itu pada program yang tidak terlalu bermanfaat,” kata Yamin di sela-sela acara Forum Konsultasi Publikasi RPJMD Kota Banjarmasin Tahun 2025-2029 di Ballroom Hotel Rattan Inn, Kamis (6/3).
Menurutnya, dalam pembangunan harus ada juga program prioritas yang mendukung kemajuan sebuah daerah. Tentunya tak akan terdampak dengan adanya efesiensi anggaran tersebut.
“Jadi pemerintah daerah diminta lebih bijak agar anggaran yang ada itu diarahkan pada pembangunan yang benar-benar prioritas,” tekan Yamin.
Maka dari itu, lanjut Yamin, tidak ada alasan yang dapat diterima jika ada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin menunda pekerjaan yang sudah diprioritaskan.
“Misalnya perbaikan layanan kesehatan, memenuhi fasilitas pendidikan dan pembangunan infrastruktur kota yang benar-benar mendukung kemajuan Kota Banjarmasin,” katanya.
Menurutnya, salah satu program prioritas Kota Banjarmasin yang mendukung pencapaian target asta cita adalah program ambulans dan pelayanan gawat darurat 24 jam di setiap kecamatan Kota Banjarmasin.
“Kemudian memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender serta penguatan peran perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas,” jelasnya. via

