
BANJARMASIN – Kerugian akibat bencana sosial yang di dominasi musibah kebakaran pemukiman penduduk di Provinsi Kalimantan Selatan selama Januari hingga Februari 2025 di taksir mencapai Rp 19,670 miliar.
“Kalau dibandingkan periode yang sama tahun 2024 lalu ada kerugian Rp 15,336 miliar, yang artinya tahun 2025 ini mengalami peningkatan,” kata Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel H Achmadi SSos, Rabu (5/3).
Menurut Madi –sapaan akrabnya, dari kerugian bencana sosial selama dua bulan tahun tersebut terbesar di alami Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) mencapai Rp 8,730 miliar.
Selain itu, Kota Banjarmasin sekitar Rp 6,125 miliar, Kabupaten Banjar di taksir Rp 1,850 miliar, Hulu Sungai Tengah (HST) sekitar Rp 1 miliar, dan Kotabaru Rp 850 juta.
Selanjutnya, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sekitar Rp 600 juta, Kota Banjarbaru sekitar Rp 315 juta, dan Kabupaten Balangan sekitar Rp 200 juta.
Ketika di tanya frekuensi bencana sosial di Kalsel selama Januari-Februari 2025, Madi menyebutkan telah terjadi 33 bencana sosial dan secara total mengalami penurunan dari tahun lalu yang tercatat 39 kali.
Ia menyampaikan, dari 33 kali bencana kebakaran pemukiman penduduk di Kalsel tersebut, terbanyak di Kota Banjarmasin 14 kali, di susul Kabupaten Banjar enam kali, Kota Banjarbaru empat kali.
Kemudian, Kabupaten HST, HSU, Balangan dan Tanbu masing-masing sebanyak dua kali, dan Kotabaru satu kali.
Akibat kebakaran pemukiman penduduk tersebut menyebabkan 91 kepala keluarga (KK) atau 254 jiwa kehilangan tempat tinggal, dan satu orang meninggal dunia serta dua luka-luka dari Kota Banjarmasin.
Selain itu, lanjut Madi, akibat bencana sosial selama dua bulan itu juga menyebabkan 55 buah rumah penduduk mengalami rusak total, 26 buah rumah mengalami rusak berat, dan 16 buah rumah mengalami kerusakan ringan.
“Masyarakat diingatkan terutama yang tinggal di daerah rawan bencana baik bencana sosial, seperti pemukiman kumuh dan padat, hendaknya meningkatkan kewaspadaan guna meminimalisir resiko bencana,” katanya. ani