Mata Banua Online
Minggu, Februari 1, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Tapin pastikan industri lokal tetap kompetitif

by Mata Banua
2 Maret 2025
in Daerah, Lintas
0

 

ANYAMAN-Perajin anyaman purun sedang membuat tikar purun, di Rantau, Kabupaten Tapin, Sabtu (1/3/2025). (foto:mb/ant)

RANTAU-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapin, Kalimantan Selatan mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan regenerasi perajin, serta mengembangkan diversifikasi produk guna memastikan industri lokal tetap kompetitif.

Berita Lainnya

Bupati Kotabaru kunjungi Dirjen BinaPembangunan Daerah Kemendagri

Bupati Kotabaru kunjungi Dirjen BinaPembangunan Daerah Kemendagri

1 Februari 2026
Ikan mati massal di Batola, dewan minta dinas terkait bantu pokdatan

Ikan mati massal di Batola, dewan minta dinas terkait bantu pokdatan

29 Januari 2026

Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Tapin Yustan Azidin mengatakan, pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan industri berbasis bahan lokal, salah satunya anyaman purun yang selama ini masih didominasi oleh perajin berusia di atas 30 tahun.

“Kalau tidak ada regenerasi, lama-lama bisa hilang, 2025 ini kami akan menggelar pelatihan diversifikasi produk lokal berbahan purun agar lebih menarik bagi anak muda,” ujarnya saat dihubungi via telpon di Rantau, Kabupaten Tapin, Sabtu.

Tak hanya terbatas pada produk konvensional seperti tikar dan tas jinjing (bakul), ucap Yustan, anyaman purun akan dikembangkan menjadi aksesori serta dekorasi rumah.

“Dengan inovasi ini diharapkan ayaman purun mampu memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai ekonomi kerajinan tersebut,” katanya.

Selain regenerasi perajin purun, Pemkab Tapin juga menjadikan pelatihan pewarnaan alami pada kain sasirangan sebagai prioritas.

Yustan menyebutkan, penggunaan pewarna alami dinilai lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan daya jual kain khas Banjar tersebut.

“Penggunaan pewarna alami tak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan pewarna sintetis,” ujar Yustan.

Dia juga mengatakan, dengan regenerasi perajin dan diversifikasi produk, Pemkab Tapin berharap, industri kreatif dan UMKM lokal semakin berkembang tidak hanya bertahan tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.{[an/mb03]}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper