Mata Banua Online
Minggu, Maret 15, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

GAPKI Dukung Pemerintah Bentuk Satgas Tertibkan Kawasan

by Mata Banua
19 Februari 2025
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2025\Februari 2025\20 Februari 2025\5\hal 5\bfdfbf.jpg
KETUA Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono (kanan). (Foto:mb/ant/kominfo kalsel)

BANJARMASIN – Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono mendukung dan mengharapkan masalah kawasan hutan yang saat ini diatasi satuan tugas (Satgas) yang baru dibentuk pemerintah pusat dapat segera diselesaikan, guna mendukung kelangsungan industri kelapa sawit di Indonesia.

“Kita berharap tidak terlalu lama masalahnya bisa selesai, dan saat ini produksi kita stagnan sementara konsumsi terus meningkat. Ini harus diantisipasi dengan serius agar tidak berdampak pada berkurangnya ekspor kelapa sawit Indonesia,” kata Eddy Martono usai pelantikan dan pengukuhuan pengurus baru GAPKI Kalsel periode 2024-2029 dan Rapat Kerja 2024 di Banjarmasin, Rabu.

Berita Lainnya

Pemko Siapkan Rp 47 Miliar THR untuk ASN

Pemko Siapkan Rp 47 Miliar THR untuk ASN

12 Maret 2026
Bandara Syamsudin Noor Siap Layani 184.772 Pemudik

Bandara Syamsudin Noor Siap Layani 184.772 Pemudik

12 Maret 2026

Dia menjelaskan, saat ini Satgas yang dibentuk oleh pemerintah sedang bekerja keras menyelesaikan masalah kawasan hutan.

Berdasarkan informasi dari Satgas, saat ini ada sekitar 3,2 juta hektare kawasan yang menjadi sorotan.

Meskipun demikian, ia menekankan bahwa tidak semua kawasan tersebut milik perusahaan besar. Banyak di antaranya juga melibatkan kepemilikan masyarakat.

“Dari 436 perusahaan yang sudah diverifikasi oleh Satgas berdasarkan SK 36, ada sekitar 200 perusahaan anggota GAPKI yang masih dalam proses verifikasi. Luasannya bervariasi, ada yang hanya 10 hektar, 50 hektar, bahkan hingga 100 hektar,” lanjut Eddy.

Menurut Eddy, konsentrasi GAPKI saat ini adalah membantu peremajaan sawit rakyat, yang menjadi salah satu solusi untuk menghadapi stagnasi produksi.

“Kita melihat bahwa peremajaan sawit rakyat sangat penting. Kita menghadapi ancaman besar jika konsumsi terus meningkat, sementara produksi stagnan dan produktivitas malah menurun. Ini bisa menjadi masalah besar bagi industri kita,” jelasnya.

Eddy juga mengapresiasi langkah pemerintah yang mulai fokus pada penyelesaian masalah kawasan hutan, yang menurutnya merupakan salah satu hambatan utama dalam program peremajaan sawit rakyat.

“Tema hari ini sangat tepat, karena dengan menyelesaikan masalah kawasan hutan, kita membuka jalan untuk peremajaan sawit yang lebih produktif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Dengan adanya langkah cepat dari Satgas dan dukungan dari GAPKI, diharapkan sektor kelapa sawit Indonesia dapat berkembang lebih optimal, memastikan ketahanan produksi untuk memenuhi permintaan konsumsi yang terus meningkat di pasar global. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper