
BANJARMASIN – Efek penyegelan Tempat Pengelolaan Akhir (TPA) Basirih, membuat ruas Jalan Walikota Ibnu Sina, Kelurahan Tanjung Pagar, Banjarmasin Selatan tiba-tiba menjadi TPA dadakan.
Berdasarkan informasi yang didapat jejakrekam.com, sampah-sampah dari berbagai wilayah Kota Banjarmasin ternyata diangkut ke kawasan tersebut. Hal ini sudah terjadi dalam sepekan terakhir.
Truk-truk pengangkut sampah milik Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin pun diketahui sering berdatangan untuk menumpuk sampah di lokasi tersebut.
Hal tersebut, tentunya sangat mengganggu bagi masyarakat sekitar. Pasalnya dari tumpukan sampah tersebut membuat akses jalan menjadi sulit serta menimbulkan bau menyengat.
Warga sekitar pun, terpaksa harus mencari jalan memutar dari pada harus melewati jalan tersebut. Apalagi jalan ini merupakan jalur alternatif yang biasanya digunakan untuk menuju SMPN 18 Banjarmasin.
“Banyak yang mengeluh, terutama anak-anak sekolah. Walaupun ada jalur lain, jalan ini tetap yang paling dekat,” ujar Jali, warga Kelayan Besar I.
Dirinya juga mengeluhkan bau busuk dari tumpukan sampah yang kerap kali masuk ke permukiman warga, akibat tertiup hembusan angin. “Pemkot seharusnya mencari lahan lain, jangan menumpuk di sini,” tuturnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Alive Yoesfah Love mengaku, tidak pernah mengarahkan untuk menumpuk sampah di sana. “Kami tidak pernah mengarahkan ke sana,” ujarnya singkat, saat dihubungi.
Saat ingin diwawancarai lebih lanjut, terkait bagaimana solusi penanganan hal tersebut, Alive pun mengatakan kalau saat ini dirinya sedang tidak berada di Banjarmasin. Namun ia berjanji akan menuntaskan persoalan ini. “Insyaa Allah secara perlahan kami selesaikan,” tutupnya. jjr

