
BANJARMASIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berjanji akan sampaikan sembilan aspirasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel kepada Asosiasi Pimpinan DPRD se-Indonesia di Jakarta.
Aspirasi mahasiswa tersebut di terima dua perwakilan wakil rakyat, yaitu anggota Komisi I DPRD Kalsel Dirham Zain dan Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel Bambang Yanto Pramono di depan Rumah Banjar di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, Senin (17/2) sore.
Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan sembilan tuntutan kepada DPRD Kalsel, yakni agar transparansi dalam peninjauan rekonstruksi ulang anggaran yang matang, melakukan alokasi perencanaan target Makan Bergizi Gratis (MBG) pada daerah 3T, serta pembatalan dan evaluasi ulang kebijakan pengurangan beasiswa.
Kemudian, peninjauan ulang kembali kebijakan pemangkasan anggaran BPJS dan kesehatan, mengecam pengurangan anggaran BOPTN dan BPPTNBH sebesar 50 persen, dan peninjauan kembali proyek strategis nasional yang tidak pro rakyat.
Selain itu, menuntut agar menolak RUU Minerba terkait konsesi tambang terhadap perguruan tinggi, mendorong pengesahan UU perampasan aset, serta segera mensahkan dan tuntaskan RUU masyarakat adat.
Anggota Komisi I DPRD Kalsel Dirham Zain mengatakan, aspirasi dari BEM se-Kalsel sudah di akomodir sebagai tugas dari anggota dewan, dan kebetulan pada 19 Februari mendatang ada rapat asosialisi pimpinan DPRD se-Indonesia di Gedung DPRD DKI Jakarta.
“Kita sebagai anggota dewan akan mengakomodir aspirasi mahasiswa dan diteruskan ke Pemerintah Pusat,” kata Politisi PKB ini.
Selain itu, lanjut dia, tadi juga ada permintaan menghadirkan Ketua DPRD Kalsel oleh mahasiswa, namun hal tersebut belum bisa karena kondisi ketua dewan yang saat ini sedang sakit.
Senada, Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel Bambang Yanto Pramono menyebut sembilan tuntutan mahasiswa tersebut akan disampaikan kepada Asosialisi Pimpinan DPRD se-Indonesia.
“Mudah-mudahan tuntutan ini bisa di akomodir oleh Pemerintah Pusat, karena keputusan ini dari pusat dan kita hanya menyampaikan aspirasi mahasiswa ke tingkat pusat,” ujar Politisi Partai Demokrat tersebut. rds

