
BANJARBARU – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Banjarbaru meninjau Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman dan menyoroti obat-obatan hingga penumpukan pasien di rumah sakit milik pemerintah kota tersebut.
Peninjauan dilakukan komisi I yang di pimpin Ketua Komisi Ririk Sumari bersama anggota lainnya, dan disambut Direktur RSD Idaman dr Dhanny Indrawardhana, Selasa (4/2).
“Kami memberikan catatan terkait persediaan obat-obatan di rumah, penggunaan sarana prasarana, serta sistem yang berdampak terjadinya penumpukan pasien yang berobat,” ujarnya.
Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, pihaknya mengapresiasi pelayanan prima yang telah diberikan petugas dan meminta penumpukan pasien berakhir seiring pulihnya sistem.
Ririk mengharapkan perubahan sistem pada pelayanan administrasi itu bisa segera di atasi manajemen rumah sakit yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sejak beberapa tahun lalu itu.
“Kami yakin manajemen rumah sakit bisa mengatasi migrasi sistem itu, sehingga tidak terjadi penumpukan pasien yang berdampak terhadap kecepatan pelayanan bagi mereka yang ingin berobat,” ungkapnya.
Sementara, Direktur RSD Idaman Banjarbaru dr Danny Indrawardhana berterima kasih atas kunjungan Komisi I DPRD Banjarbaru, dan meminta dukungan baik anggaran, obat-obatan maupun penambahan fasilitas penunjang.
“Kami minta dukungan DPRD agar anggaran mencukupi, pengadaan obat-obatan termasuk penambahan fasilitas penunjang yang diperlukan untuk peningkatan pelayanan bagi pasien,” katanya. ant

