Mata Banua Online
Kamis, April 9, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Ahli Jelaskan Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Berhenti Konsumsi Gula

by Mata Banua
3 Februari 2025
in Mozaik
0
D:\2025\Februari 2025\4 Februari 2025\11\Halaman 1-11 Selasa\ahli.jpg
(foto:mb/web)

Sesuatu akan terasa kurang kalau tidak ada gula tambahan pada makanan atau minuman. Seandainya tidak ada, apa yang terjadi pada tubuh jika berhenti konsumsi gula?

Tubuh perlu gula. Hal ini fakta, sebab gula bisa dijadikan bahan bakar energi sehingga Anda bisa beraktivitas.

Berita Lainnya

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

10 Februari 2026
5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

10 Februari 2026

Hanya saja, di masa kini, baik makanan maupun minuman, sering diberi gula tambahan meski sudah manis alami.

Konsumsi gula, terutama gula tambahan, berlebih bisa menimbulkan masalah kesehatan. Diabetes tipe 2 jadi penyakit yang dekat dengan penggemar manis. Dari diabetes, masalah bisa merambat ke penyakit kardiovaskular, peradangan, masalah kulit, dan gangguan kesehatan lain.

Apa yang terjadi pada tubuh jika berhenti konsumsi gula?

Memang susah lepas dari godaan makan dan minuman dengan gula tambahan. Minuman-minuman kekinian pun mengandung gula tambahan. Suka minum kopi susu? Anda pasti tidak asing dengan tambahan gula aren atau sirup gula cair.

Para ahli mengingatkan untuk mengerem konsumsi gula. Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan konsumsi gula tambahan maksimal 50 gram (g) per orang per hari.

Akan tetapi, jika memungkinkan, sebaiknya setop konsumsi gula tambahan. Dokter spesialis gizi Johanes Casay Chandrawinata menjelaskan tentang apa yang terjadi pada tubuh jika berhenti konsumsi gula. Menurutnya, tubuh akan menjadi lebih segar.

“Tubuh akan terasa lebih segar dan sehat karena asupan gula dari minuman manis ini berkurang,” ujar Johanes pada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Di awal, Anda memang akan merasa lemas. Hal ini disebabkan penurunan energi seiring penurunan asupan gula. Anda tidak perlu khawatir sebab ini tidak ada kaitannya dengan penurunan kadar gula darah.

Menurut Johanes, tubuh yang sehat mampu menjaga kadar gula darah tetap dalam batas normal.

Pelan-pelan tubuh akan beradaptasi dengan asupan gula yang menurun drastis. Proses adaptasi biasanya berlangsung 7-10 hari.

Setelah itu, Anda tidak akan merasa lemas lagi. Alih-alih lemas, yang muncul justru sensasi segar dan ringan.

Selain tubuh yang lebih segar, apa lagi yang terjadi pada tubuh jika berhenti konsumsi gula? Jawabannya adalah penurunan kadar trigliserida darah.

Penurunan kadar trigliserida membuat Anda jauh dari risiko stroke, serangan jantung, dan masalah lain yang berkaitan dengan kardiovaskular. web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper