
BANJARMASIN – Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan memperpanjang bantuan tanggap darurat untuk korban terdampak bencana alam banjir di Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut (Tala) selama tiga hari.
“Kita memperpanjang bantuan tanggap darurat berupa makanan untuk tiga hari ke depan di Kecamatan Kurau,” kata Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel H Achmadi SSos, Kamis (30/1).
Seperti diketahui, Dinas Sosial Provinsi Kalsel sejak Kamis (23/1), menerjunkan sejumlah anggota taruna siaga bencana (tagana) untuk mendirikan dapur umum lapangan di lokasi banjir yang terparah di Kalsel, dan tahap I berakhir pada Rabu (29/1).
Menurut Madi –sapaan akrabnya, perpanjangan bantuan tanggap darurat tersebut karena kondisi masyarakat di Kurau yang masih belum memungkinkan beraktivitas.
Untuk Kecamatan Kurau, pihaknya masih menyiapkan sebanyak 9.000 bungkus nasi setiap hari (tiga kali makan) hingga tiga hari ke depan. “Kita selanjutnya akan melakukan evaluasi terhadap kondisi masyarakat terdampak banjir,” ucapnya.
Menurutnya, penyediaan nasi untuk korban terdampak bencana alam banjir tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan dasar dari para korban, dan negara harus hadir untuk membantu masyarakat yang tertimpa musibah.
Kecamatan Kurau yang langsung berbatasan dengan laut tersebut merupakan banjir yang terparah di Kabupaten Tanah Laut (Tala) dan menyebabkan ribuan rumah terendam.
Menyinggung stok tanggap darurat di Kalsel, Madi mengakui saat ini sudah menipis karena telah disalurkan kepada korban terdampak bencana alam banjir, terutama di lima titik di empat kabupaten/kota se-Kalsel.
Karena itu, pihaknya mengharapkan respons cepat dari Kementerian Sosial (Kemensos) atas bencana alam banjir di Kalsel dalam rangka penanganan korban terdampak bencana.
“Kebutuhan yang mendesak untuk korban banjir di Kalsel, yakni makanan siap saji, makanan anak, makanan bayi, selimut, dan sejumlah peralatan keluarga,” pungkasnya. ani

