
BANJARMASIN – Akibat curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir menyebabkan bencana alam banjir terjadi pada 11 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan, dan menyebabkan sedikitnya 21.585 kepala keluarga (KK) atau 64.033 jiwa terdampak.
Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel H Achmadi SSos mengakui, dari laporan yang telah di terima, bencana alam banjir di Kalsel semakin meluas dan kini melanda 11 dari 13 kabupaten/kota di Kalsel.
“Dari 11 kabupaten/kota di Kalsel yang mengalami bencana alam banjir awal tahun 2025 ini, terparah di Kabupaten Banjar melanda delapan kecamatan meliputi 41 desa menyebabkan 8.719 KK atau 26.253 jiwa terdampak,” ujarnya, Kamis (23/1).
Ia mengatakan, banjir yang cukup parah juga terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang melanda lima kecamatan meliputi 29 desa, dan menyebabkan 6.987 KK atau 20.629 jiwa terdampak, namun hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi.
Selain itu, lanjut Madi –sapaan akrabnya, banjir juga melanda 23 desa pada lima kecamatan di Kabupaten Barito Kuala (Batola) dan menyebabkan 2.120 KK atau 5.826 jiwa terdampak.
Ia menyebutkan, bencana alam banjir juga melanda Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang tersebar pada satu kecamatan meliputi tujuh desa dan menyebabkan 425 rumah terendam banjir yang dihuni 477 KK atau 1.267 jiwa.
Banjir juga melanda Kabupaten Tanah Laut (Tala) pada 14 desa di empat kecamatan yang menyebabkan 2.216 KK atau 6.441 jiwa terdampak. Kemudian, banjir juga melanda Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) pada satu kecamatan meliputi empat desa dan menyebabkan 106 rumah terendam yang dihuni 113 KK atau 296 jiwa.
Sementara, banjir di Kabupaten Tapin melanda dua kecamatan meliputi lima desa menyebabkan 197 rumah terendam yang dihuni 127 KK atau 738 jiwa.
Kemudian, tiga kecamatan di Kota Banjarbaru meliputi 13 desa dan menyebabkan 623 KK atau 1.436 jiwa terdampak, sedangkan di Kota Banjarmasin banjir melanda lima kecamatan pada 50 kelurahan menyebabkan 80 KK atau 253 jiwa terdampak.
Banjir di Kabupaten Tabalong melanda satu kecamatan pada satu desa menyebabkan 35 KK atau 175 jiwa terdampak dan di Kabupaten Balangan banjir melanda satu kecamatan pada satu desa menyebabkan 18 KK atau 73 jiwa terdampak.
“Dalam rangka membantu korban terdampak bencana alam banjir di Kabupaten Tala, dinsos mulai Kamis (23/1) siang, membuka pelayanan dapur umum lapangan di Kecamatan Kurau untuk melayani 1.700 jiwa korban terdampak banjir,” katanya.
Ia menambahkan, dalam rangka mendukung dapur umum lapangan tersebut, pihaknya menyiapkan 100 kg tepung terigu, 100 bungkus tepung tapioka, 100 liter minyak goreng, 100 pak gelas plastik, 1.000 pak kertas nasi.
Selain itu, 1000 pak senduk plastik, 10.000 liter beras banjar unus, 740 pak piring kue plastik, 1.000 pak piring makan plastik, 500 kg tempe, 150 Kg wortel, 150 kg tahu masak, 150 Kg ubi jalar, 150 kg pisang kepok, 50 kg bawang bombay, 50 kg daun bawang dan 1.500 kg telor ayam ras serta bahan rempah lainya. ani

