Mata Banua Online
Senin, Februari 2, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

80 desa di Tanah Bumbu rawan bencana alam

by Mata Banua
20 Januari 2025
in Lintas
0
APLIKASI-Kalaksa BPBD Tanah Bumbu saat menunjukkan prakiraan bencana kebakaran melalui aplikasi go.id.lapan.firehot untuk memantau potensi bencana di wilayah “Bumi Bersujud” beberapa waktu lalu. (foto:mb/ant)

BATULICIN– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan, mengungkapkan sebanyak 80 desa di Kabupaten tersebut rewan terhadap bencana alam.

Kepala Pelaksana BPBD Tanah Bumbu Sulhadi, di Batulicin, Ahad, mengatakan 80 desa tersebut tersebar di Kecamatan Satui, Kecamatan Kusan Hulu, Kecamatan Kusan Hilir dan Karang Bintang, Mentewe dan Kecamatan Teluk Kepayang.”Bencana alam yang berpotensi terjadi di wilayah itu meliputi bencana Banjir, Tanah Longsor, kebakaran, angin puting beliung dan ROB.

Berita Lainnya

Bupati Kotabaru kunjungi Dirjen BinaPembangunan Daerah Kemendagri

Bupati Kotabaru kunjungi Dirjen BinaPembangunan Daerah Kemendagri

1 Februari 2026
Ikan mati massal di Batola, dewan minta dinas terkait bantu pokdatan

Ikan mati massal di Batola, dewan minta dinas terkait bantu pokdatan

29 Januari 2026

Dia mengatakan, sejak dua bulan yang lalu pemerintah daerah telah menetapkan Kabupaten Tanah Bumbu siaga bencana. Khususnya di daerah yang memiliki aliran sungai Seperti Kecamatan Mentewe, Kecamatan Batulicin an Kecamatan Satui.

Ada tiga kecamatan sangat berpotensi banjir mana kala intensitas hujan semakin tinggi, dan kondisi tersebut bisa lebih parah manakala bersamaan dengan pasang air laut yang mengakibatkan air dari hulu terhambat oleh pasangnya air laut.

Dia mengatakan, alat tersebut berfungsi untuk memberikan peringatan dini mengenai potensi banjir di suatu wilayah. EWS banjir dapat membantu masyarakat dan pihak berwenang untuk mengurangi risiko bencana banjir.

Selain memasang alat EWS, BPBD Tanah Bumbu juga melibatkan relawan untuk membantu penanggulangan bencana dengan memberikan bantuan fisik, penyuluhan, dan edukasi kepada masyarakat.”Sebanyak 150 orang relawan masyarakat yang bertugas seluruh kecamatan di Tanah Bumbu,” kata Sulhadi.

Untuk menambah personil relawan, BPBD Tanah Bumbu akan membentuk relawan tingkat desa, relawan tersebut akan ditempatkan di desa yang rawan terhadap bencana. Dan satu desa akan memiliki satu relawan.”Hingga saat ini kondisi Tanah Bumbu masih relatif aman atau tidak ada bencana alam, namun kami tetap menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap bencana alam,” tutupnya.{{an/mb03]}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper