
BANJARMASIN – Warga yang bermukim di bantaran Sungai Kelayan, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin dibuat gaduh menyusul teriakan penghuni rumah, Muhammad Ansari (30) yang berteriak keras minta tolong, ketika rumahnya ambruk.
Rupanya Ansari bersama kedua adiknya, Fahri serta Nuryadi terkurung di dalam rumah, pada bangunan bedakan tiga pintu yang amblas sedalam satu meter lebih.
Sontak peristiwa yang sempat terulang, seperti pada tahun 2023 silam, bangunan rumah berbahan beton ambruk sedalam dua meter.
Kepada awak media, Muhammad Ansari (27) mengakui sempat panik, dimana ia dan kedua adiknya terkurung dibedakan ketiga yang berdiri di bantaran Sungai Kelayan.
“Aku berteriak minta tolong, saat mau selamatkan diri, pintu tidak bisa dibuka, karena terkunci oleh teras dari amblasnya bangunan dan syukurnya warga berdatangan dan mendobrak kaca depan,” ujarnya.
Kedua adiknya turut diselamatkan oleh warga yaitu Fahri dan Nuryadi, sedang mama bisa menyelamatkan diri bersama kakak, di bedakan paling depan.
“Disini semuanya yang tinggal satu keluarga, ditengah ini sepupu kami Mutmainnah. Ulun tinggal dibedakan ujung didekat Sungai Kelayan,” jelasnya.
Ketika kejadian Minggu (19/01), kurang lebih sekitar pukul 08.30 Wita. Ibunya sempat terdengar bunyi tretit tretit, disaat lagi menonton acara televisi.
“Terdengar suara di bawah (kolong rumah) dagup-dagup, tritit-tritit, suaranya ada yang masuk ke dalam batang,” kata Nursiah (58), Nursiah pun lantas cepat ke luar rumah.
Pedagang sayuran ini bersyukur semua anak serta cucu dan ponakan semuanya selamat tak ada yang cidera, hanya saja beberapa peralatan elektronik rusak akibat terkena jatuhan barang, sela Nursiah (58).
Sementara itu, anak sulungnya, Maulana (30) mengatakan, disaat itu ia sedang libur bekerja, bangun pagi duduk santai sembari minum segelas kopi, tau-tau terdengar suara gemeretak dan langsung rumah tehantak (ambruk) sedalam satu meter.
Seingat saya untuk selamatkan isteri dan kedua anak, keluar dari bangunan rumah. Ada tiga Kepala Keluarga yang ada ditiga bedakan. “Alhamdulillah semuanya selamat,” ucap Maulana.
Bangunan yang di tengah dihuni Mutmainnah dan kedua anaknya. Bila malam hari kawasan kelayan hingga jembatan tiga air pasang air rob menerpa dan bangunan rumah ada yang kemasukan air sungai kelayan ikut meluap.
Saat bangunan ambruk, air sungai kelayan sudah surut, sekejap bunyi trek langsung bangunan amblas sedalam satu meter, teras rumah yang awalnya lebih rendah kini lebih tinggi setengah meter.
Peristiwa rumah ambruk di kawasan ini sudah yang kedua kalinya sejak tahun 2023 silam, satu bangunan rumah permanen mendadak ambruk, kuat dugaan ambruknya bangunan sama, karena tak kuat menahan beban, kayu besar penahan tiang didalam air diduga patah.
Dari informasi dihimpun, bangunan yang ambruk tidak bisa dibangun kembali, sesuai peraturan Pemerintah kota (Pemko) Banjarmasin.
“Kami tidak bisa lagi membangun rumah yang ambruk, karena tidak boleh dan tidak ada izin, ini peraturan dari Pemko Banjarmasin, rencana bahan bangunan rumah ini akan dijual,” sedih Maulana. sam/ani

