Mata Banua Online
Kamis, Maret 5, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Debut Tiga Pelatih Baru Warnai Pekan Perdana IBL

by Mata Banua
14 Januari 2025
in Olahraga
0
D:\2025\Januari 2025\15 Januari 2025\9\Olahraga Rabu\debut.jpg
Kepala Pelatih Bima Perkasa Jogja, Oleh Halim.(foto:mb/ant)

Jakarta – Pekan pertama musim reguler IBL 2025 diwarnai oleh debut tiga pelatih baru yang menjajal kompetisi basket teratas di Indonesia, dengan dua dari tiga pelatih tersebut sukses mengawali kariernya dengan kemenangan.

Tiga pelatih baru tersebut adalah IGN Rusta Wijaya dari Bali United Basketball, Dhimaz Aniz Setiaputra bersama Pacific Caesar Surabaya, dan Oleh Halim yang memimpin Bima Perkasa Jogja.

Berita Lainnya

Liverpool Takluk 1-2 di Markas Wolves

Liverpool Takluk 1-2 di Markas Wolves

4 Maret 2026
IBL Hadirkan Wasit Asing di Regular Season

IBL Hadirkan Wasit Asing di Regular Season

4 Maret 2026

Pada Sabtu (11/1), Coach Rusta berhasil membawa Bali United menang atas Rajawali dengan skor 87-76 di GOR Unimed, Medan. Sejak kuarter pertama hingga akhir pertandingan, Bali United selalu memimpin. Permainan Bali United terlihat segar dengan strategi baru yang mengutamakan tembakan jarak jauh.

Selama pertandingan, para guard Bali United mendapat kepercayaan penuh untuk mengembangkan permainan mereka. Hasilnya, Bali United mencetak 13 tripoin dari 32 upaya.

Di sisi lain, Rajawali kembali menjadi korban kekalahan di tangan Pacific Caesar Surabaya, yang dilatih oleh pelatih lokal asal Surabaya, Dhimaz Aniz Setiaputra. Pada Minggu (12/1), Pacific mengalahkan Rajawali dengan skor 76-62.

Kuarter pertama menjadi momen krusial bagi Pacific dengan keunggulan besar 29-12, yang membuat mereka lebih mudah mengendalikan laga meski performa sedikit menurun di kuarter terakhir.

Dhimaz mengungkapkan tantangan yang dihadapinya sebagai kepala pelatih baru. “Tantangannya yang pasti ini menjadi tugas pertama saya sebagai head coach. Dua tahun sebelumnya saya jadi asisten pelatih. Yang jelas ini tidak mudah untuk menjalani pertandingan pertama,” kata Dhimaz, dikutip dari laman IBL.

“Tantangan selanjutnya, kami harus melakukan perjalanan yang jauh untuk laga pertama ini. Tetapi itu bukan alasan untuk tidak tampil maksimal.”

Berbeda dengan dua pelatih lainnya, Oleh Halim dari Bima Perkasa Jogja harus menerima kekalahan di pertandingan debutnya melawan Prawira Bandung. Bermain di C-Tra Arena, Bandung, pada Minggu (12/1), Bima Perkasa kalah tipis 67-72 setelah pertarungan sengit.

Coach Oleh mengapresiasi perjuangan timnya meski hasil akhir tidak berpihak. “Saya akan memberikan apresiasi sebesar-besarnya. Meski pun kami tidak baik di kuarter pertama dengan hanya 18 persen field goals. Kami memang lebih baik di kuarter kedua. Sayangnya masih belum bisa konsisten sampai akhir,” ujar Oleh.

Kehadiran tiga pelatih baru ini menambah partisipasi pelatih dalam negeri di kompetisi IBL 2025. Sebanyak 11 dari 14 tim kini dipimpin oleh pelatih lokal, sementara hanya tiga tim yang menggunakan jasa pelatih asing. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper