
BANJARBARU – Gubernur Kalsel, H Muhidin mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya Haul Guru Sekumpul ke-20 kepada seluruh relawan yang bertugas secara penuh ikhlas melayani masyarakat Kalsel, bahkan luar daerah di Nusantara.
“Alhamdulillah, hari ini kita telah berakhir melaksanakan haul Abah Guru Sekumpul ke-20 dari malam hingga siang tadi, sudah berangsur jalan dengan baik,” sebut Gubernur Kalsel, H Muhidin seusai pertemuan di VIP Room Sjamsudin Noor Banjarmasin, di Banjarbaru, Senin (6/1) sore.
Setiap haul berlangsung, H Muhidin merasa takjub dengan semangat relawan dan warga di seluruh daerah, mulai dari Kalteng hingga Kaltim, menuju wilayah Kalsel yang dipenuhi banyak posko singgah. Setiap kampungnya telah menyiapkan posko yang menyediakan banyak ragam makanan dan minuman serta penginapan gratis.
“Dari batas Tanjung, Kabupaten Tabalong itu sudah ada posko dan posko itu bisa dianggap rumah makan gratis, mereka membagikan untuk jemaah,” ungkap H Muhidin.
Kepada seluruh relawan, Muhidin sebagai Gubernur Kalsel sangat mengapresiasi kegiatan haul Sekumpul yang berlangsung hingga sampai sekarang mulai dari persiapan jelang haul hingga kepulangan, saling bahu membahu dalam membantu jemaah yang kesulitan.
“Saya berharap mudah-mudahan membawa keberkahan bagi masyarakat Kalsel,” harap H Muhidin, penuh doa.
Sementara itu, momentum dan rasa bangga pelaksanaan Haul Guru Sekumpul juga dirasakan Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya.
Sosok ulama kharismatik asal Jawa Tengah itu mengungkapkan rasa bangga kepada seluruh relawan yang bertugas di Haul Guru Sekumpul ke-20 dan Habib Lutfi juga menyatakan senang dengan diadakan Haul Guru Sekumpul.
“Saya bangga sekali adanya Haul Guru Sekumpul di Martapura, Kabupaten Banjar ini. Paling tidak kita dibuka dan diingatkan kembali, tidak boleh melupakan sejarah sehingga dapat bercermin kepada para ulama terdahulu,” ungkap Habib Luthfi.
Bagi Habib Luthfi, ulama kharismatik seperti KH Muhammad Zaini Bin Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul itu berjasa dalam bidang agama di Indonesia, khususnya Kalsel. Berkat ilmu yang disebarkan Guru Sekumpul, maka Islam di Nusantara begitu cerah.
“Saya secara pribadi tidak bisa melupakan jasa-jasa beliau. Guru Sekumpul sangat luar biasa dalam membangkitkan para pedagang-pedagang kecil dan UMKM lainnya, maka dari itu kepulangan kita hari ini bisa membawa madu apanya di dalam acara haulan pada malam tadi,” terang Habib Luthfi.
Menurut Habib Luthfi, hal itu akan menjadi obat dan bekal kita bagi tubuh sendiri dan bisa menjadi contoh bagi regenerasi kita ke depan.
Habib Luthfi berharap anak muda terus melakukan ibadah dan kedekatannya kepada agama untuk membawa Republik Indonesia ini semakin berkembang dan maju. adp/ani

