Mata Banua Online
Rabu, Maret 11, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Mentan Didampingi Sekdaprov ke Lokasi Cetak Sawah di Bati-Bati

by Mata Banua
1 Januari 2025
in Pemprov Kalsel
0

 

PELAIHARI – Menteri Per­tanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman bersama Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar dan Pj Bupati Tala, H Syamsir Rahman meninjauan Lokasi Cetak Sawah di Desa Bati-Bati, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Selasa (31/12).

Berita Lainnya

Wagub Kalsel : Nuzulul Quran Momentum Pemersatu Ummat Islam

Wagub Kalsel : Nuzulul Quran Momentum Pemersatu Ummat Islam

10 Maret 2026

Wagub Kalsel Kagumi Warisan Kerajinan Purun dan Ilung UMKM HSU

10 Maret 2026

Tiba di lokasi pada pukul 09.00 WITA, Menteri Amran beserta jajaran langsung meninjau progres cetak sawah yang me­man­faatkan lahan rawa lebak seluas 236 hektare.

Selain dikelola dengan metode rawa lebak, proyek ini juga melibatkan pembuatan saluran irigasi dan tanggul guna mening­katkan produktivitas lahan pertanian.

Hingga saat ini, program Cetak Sawah Rakyat (CSR) prioritas I di Kabupaten Tanah laut yang berada di desa Bati Bati mencakup land clearing seluas ± 2.100 meter persegi serta buatan tanggul sepanjang 4.800 meter persegi.

Langkah ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah untuk mendukung swasembada pangan nasional, dengan potensi lahan di Kalsel yang mencapai total 195.664 hektare.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa program cetak sawah ini diharapkan mampu mening­katkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat pasokan pangan nasional.

“Saya kira ini bukan sekadar program pemerintah, tetapi juga harapan bersama untuk masa depan pertanian Indonesia sehingga tidak lagi impor beras,” ungkapnya.

Amran menegaskan, kunju­ngan ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam meng­op­ti­malkan potensi sektor pertanian guna mewujudkan ke­ta­­hanan pangan yang berkelanjutan.

Menteri Amran juga meng­ingat­kan agar program ini tidak hanya menjadi acara seremonial belaka. “Saya harap, saat kembali ke sini nanti, progresnya sudah harus selesai,” tegasnya.

Turut hadir pada kegiatan peninjauan itu pimpinan For­kopimda Kalsel, sejumlah Kepala Dinas Lingkup Pemprov Kalsel, Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Kementerian Pekerjaan Umum.

Selain itu, pejabat dari Balai Teknik Rawa Kemen­terian Pekerjaan Umum, Ke­pala Balai Penyuluh Perta­nian, para pendamping dan Brigade swa­sembada pangan, Kepala Desa Bati-bati serta tamu undangan lainnya. rfq/admin/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper