
BANJARMASIN – Bazar dan Pasar Murah ke-173 di Halaman Kantor Kecamatan Tengah, menjadi gelaran terakhir dari pemko setempat di tahun 2024 ini. Kegiatan ini dihadiri Walikota Banjarmasin Ibnu Sina yang secara simbolis menyerahkan paket sembako kepada perwakilan warga.
Ibnu mengatakan pergelaran bazar dan pasar murah tentunya untuk mengendalikan inflasi dan harga kebutuhan pokok, terutama saat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024.
“Pastinya permintaan banyak dan suplai harus tetap stabil,” ucap Ibnu di sela-sela pergelaran pasar murah, Jumat (27/12).
Menurutnya, upaya ini untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan hingga harga kebutuhan dan ketersediaannya tetap stabil, di tengah permintaan cukup tinggi saat moment tertentu.
Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Banjarmasin, pihaknya terus memantau perkembangan harga bahan pokok di pasaran. “Kita tidak ingin ada gejolak harga di pergantian tahun baru atau setiap perayaan. Sebentar lagi memasuki bulan Rajab, Isra Mi’raj, Sakban dan Ramadhan dan terus berlanjut. Makanya kita antisipasi agar tetap stabil,” tuturnya.
Menurutnya kebutuhan pokok yang masuk lewat pengiriman laut lancar hingga tidak berpengaruh pada harga dan stok. “Telur, sembako, bawang itu bisa terantisipasi dengan baik. Mudah-mudahan ini bisa terkendali sehingga masyarakat bisa menjalani pergantian tahun dan perayaan hari besar lainnya dengan terpenuhinya kebutuhan pokok dan harga stabil,” akhirnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Banjarmasin, Noorsyahdi menuturkan ada seribu (1.000) paket sembako yang disediakan untuk bazar dan pasar murah itu.
Paket sembako yang dijual berisikan 2 kilogram gula pasir dan 2 liter minyak goring, telah disubsidi sebesar Rp 25 ribu per paketnya.
“Harga jualnya hanya Rp 44 ribu dari harga semula Rp 69 ribu per paket,” katanya.
Selain paket sembako, kebutuhan pokok lainnya juga tersedia dengan harga jual sama di distributor. Seperti telur Rp 58 ribu satu raknya. Kemudian daging ayam Rp 38 ribu per ekornya.
“Harganya jauh lebih murah dibandingkan di pasar,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan pergelaran pasar ini merupakan yang terakhir di tahun 2024 ini. Terhitung sudah ada 173 pergelaran pasar murah di di lima kecamatan Kota Banjarmasin. Subsidi pasar murah sendiri, lanjutnya, berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Biaya Tak Terduga (BTT).
“Insya Allah mungkin bisa lebih banyak lagi, anggarannya sudah disiapkan melalui APBD murni 2025 nanti,” tutupnya. via

