
BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan bersama PLN UID Kalselteng bersinergi dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi penanggulangan bencana (PB) di Kalsel.
“Saya mengapresiasi kepedulian dan inisiasi dari PT PLN UID Kalselteng dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi PB melalui pelatihan kesiapsiagaan darurat bencana,” kata Plt Kepala BPBD Provinsi Kalsel M Fitri Hernadi, Senin (23/12).
Hal itu disampaikannya pada pembukaan pelatihan kesiapsiagaan darurat bencana yang merupakan program tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL), dan di ikuti petugas dari PLN UID Kalselteng serta relawan penanggulangan bencana.
Ia mengatakan, dalam penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab instansi pemerintah, tetapi juga dunia usaha dan masyarakat.
Fitri berharap melalui pelatihan kesiapsiagaan darurat bencana ini akan mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam mengantisipasi dan meminimalisir resiko akibat bencana, terutama di Kalsel karena ada lima bencana yang mengancam.
“Kita di Kalsel ini ada lima bencana yang mengancam dan rawan terjadi, yakni banjir, angin puting beliung, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dan pasang air laut atau rob,” katanya.
Selain itu, ilmu tentang kebencanaan yang diperoleh dalam pelatihan ini diharapkan nanti dibagikan kepada masyarakat di sekitar lingkungan dalam rangka penanggulangan bencana.
Senior Manager Distribusi PLN UID Kalselteng Robert Rumsaur berharap peserta terutama yang berasal dari PLN akan semakin terlatih dalam penanggulangan bencana, terutama dalam pengamanan aset-aset PLN.
“Saya berharap para peserta yang mengikuti pelatihan kesiapsiagaan darurat bencana kali ini mampu bermanfaat, terutama pada diri sendiri, lingkungan, dan perusahaan terkait kesiapan dalam menangani bencana,” katanya.
Sementara, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Provinsi Kalsel Bambang Dedi Mulyadi menambahkan, pelatihan ini dalam rangka penguatan penanganan bencana di Banua.
“Pelatihan ini akan dilakukan tenaga kebencanaan di BPBD Kalsel yang telah bersertifikat internasional, dan di Kalsel tercatat ada 30 orang tenaga kebencanaan tersebut,” ujarnya. ani

