
BANJARMASIN – Curah hujan tinggi ditambah air pasang (rob) yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan jalan dan sejumlah persawahan di Banjarmasin terendam banjir.
Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi kondisi ini dapat dilihat pada lahan penanaman padi milik pemko yang terendam berada di kawasan Kecamatan Banjarmasin Timur dan Banjarmasin Selatan.
Menurutnya, ketinggian air di area persawahan itu kurang lebih mencapai 25-30 cm.
Lebih parah lagi, di kawasan Kecamatan Banjarmasin Selatan, yang ketinggian airnya sampai sepinggang orang dewasa.
“Ini tentu menjadi kendala bagi petani. Apalagi kita mau meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dua kali, tapi masih terkendala pada keadaan,” ucapnya.
Menurutnya, untuk melakukan masa penanaman kembali, maka akan digeser tahun depan. Diprediksi baru bisa dilakukan pada bulan Januari atau Maret 2025.
“Jadi menunggu air agak surut, seperti pengalaman di tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Kendati demikian, meski masa penanaman padi di wilayah Banjarmasin terganggu akibat kondisi cuaca. Namun hal itu tidak terlalu berpengaruh pada stok pangan di Kota Banjarmasin.
Apalagi Banjarmasin bukan sebagai daerah penyangga bahan pokok sehingga sebagian besar persediaan pangan pun didapatkan dari kabupaten tetangga.
Terlebih, luasan lahan pertanian di Kota Banjarmasin hanya sekitar 2.600 hektare. Kalaupun panen serentak hasilnya tak dapat memenuhi kebutuhan beras masyarakat Kota Banjarmasin dalam waktu lama.
“Penanaman di sini itu istilahnya semacam kontribusi aja lah terhadap keberadaan stok pangan atau beras yang ada,” tutupnya. via

