Mata Banua Online
Minggu, April 12, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Lahan Terendam, Penanaman Padi Digeser Tahun Depan

by Mata Banua
17 Desember 2024
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2024\Desember 2024\18 Desember 2024\5\hal 5\Yuliansyah Effendi.jpg
YULIANSYAH EFFENDI. (foto;mb/ist)

BANJARMASIN – Curah hujan tinggi ditambah air pasang (rob) yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan jalan dan sejumlah persawahan di Banjarmasin terendam banjir.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi kondisi ini dapat dilihat pada lahan penanaman padi milik pemko yang terendam berada di kawasan Kecamatan Banjarmasin Timur dan Banjarmasin Selatan.

Berita Lainnya

Dispersip Perkuat Pemahaman Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah

Dispersip Perkuat Pemahaman Instrumen Baru Akreditasi Perpustakaan Sekolah

9 April 2026
Mulai Hari Ini, Pemko Terapkan WFH

Mulai Hari Ini, Pemko Terapkan WFH

9 April 2026

Menurutnya, ketinggian air di area persawahan itu kurang lebih mencapai 25-30 cm.

Lebih parah lagi, di kawasan Kecamatan Banjarmasin Selatan, yang ketinggian airnya sampai sepinggang orang dewasa.

“Ini tentu menjadi kendala bagi petani. Apalagi kita mau meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dua kali, tapi masih terkendala pada keadaan,” ucapnya.

Menurutnya, untuk melakukan masa penanaman kembali, maka akan digeser tahun depan. Diprediksi baru bisa dilakukan pada bulan Januari atau Maret 2025.

“Jadi menunggu air agak surut, seperti pengalaman di tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Kendati demikian, meski masa penanaman padi di wilayah Banjarmasin terganggu akibat kondisi cuaca. Namun hal itu tidak terlalu berpengaruh pada stok pangan di Kota Banjarmasin.

Apalagi Banjarmasin bukan sebagai daerah penyangga bahan pokok sehingga sebagian besar persediaan pangan pun didapatkan dari kabupaten tetangga.

Terlebih, luasan lahan pertanian di Kota Banjarmasin hanya sekitar 2.600 hektare. Kalaupun panen serentak hasilnya tak dapat memenuhi kebutuhan beras masyarakat Kota Banjarmasin dalam waktu lama.

“Penanaman di sini itu istilahnya semacam kontribusi aja lah terhadap keberadaan stok pangan atau beras yang ada,” tutupnya. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper