
BANJARMASIN – Ribuan Ikan Bawal Tambak mati mendadak di kawasan Banua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin. Hal ini membuat kelompok tani budidaya ikan air tawar di kawasan tersebut mengalami kerugian puluhan juta rupiah.
“Ada sekitar satu ton Ikan Bawal milik saya di keramba mati mendadak,” ucap salah satu anggota kelompok budidaya ikan di Banua Anya, Salamiah, Sabtu (14/12).
Ia menduga hal itu terjadi akibat adanya perubahan air sungai yang dari mengalir di persawahan, atau bisa jadi karena akar tanaman.
“Bila di hitung hampir senilai Rp 60 juta. Padahal tinggal satu bulan lagi atau tahun baru 2025 Ikan Bawal sudah memasuki masa panen,” ujarnya.
Ia menyebutkan, jika di jual kepada pengepul Ikan Bawal harganya di patok Rp 20 hingga 22 ribu per kilonya. “Karena mati di jual cepat Rp 3 hingga 5 ribu per kilogram, itupun di olah kembali untuk pakan (makanan) ikan,” katanya.
Ia menambahkan. dari hitungan cepat para peternak ikan air tawar di Banua Anyar, jumlah kerugian hampir sekitar 40 ton dengan taksiran kasar hampir senilai Rp 880 juta.
Sementara, Koordinator Penyuluh Perikanan Kota Banjarmasin Roslina mengatakan, insiden ikan air tawar mendadak mati ini tidak bisa di prediksi.
“Masa kritis air di seputaran perairan sungai sebetulnya masanya sudah lewat, dan tidak terlihat tanda-tanda,” katanya.
Menurutnya, kematian ikan-ikan air tawar tambak bisa terlihat dari perubahan warna air sungai dan penurunan nafsu makan ikan, yang menjadi salah satu tanda awal kematian ikan.
“Insiden ikan tambak air tawar di sini tak terlihat tandanya. Jika ada tanda-tanda, tentu penambak ikan akan mengantisipasi. Di sinyalir sementara ini kematian ikan bawal karena adanya perubahan air yang datang dari daerah hulu,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, peristiwa seperti ini juga pernah terjadi tiga tahun lalu di lokasi yang sama. Namun kini yang terdampak hanya Ikan Bawal, sementara ikan tambak lainnya, seperti Patin dan Toman bisa bertahan.
Roslina menambahkan, pihaknya sudah melakukan pengecekan kualitas air guna mengetahui penyebab insiden matinya ribuan ikan tambak tersebut. ia juga meminta agar penambak bisa memanen ikan lebih awal untuk mencegah adanya kerugian besar.
“Penyuluh perikanan tetap membantu, para petambak ikan juga di minta memanen ikan mereka karena kondisi air saat ini belum diketahui kapan akan membaik,” pungkasnya. sam

