
BANJARMASIN – Pendapatan Daerah Kota Banjarmasin hingga minggu pertama bulan Desember mencapai lebih dari 93 persen. Dari target Rp 2,4 triliun kini sudah terealisasi Rp 2,2 triliun.
Pendapatan Daerah yang dimaksud terdiri dari PAD yang terealisasi sekitar Rp 357 miliar dari Rp 473,4 miliar. Transfer Pendapatan pusat dari Rp 1,9 triliun atau terealisasi 97,73 persen dan transper daerah atau provinsi terealisasi Rp 382,6 milar atau 100,18 persen.
“Jadi total terealisasi 93,42 persen yakni murni dari pajak daerah yakni pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain PAD yang sah,” jelas Kepala BPKPAD Kota Banjarmasin, Edy Wibowo, Selasa (10/12).
Edy menjelaskan, dari tahun-ke tahun Pendapatan Asli Daerah ( PAD) Kota Banjarmasin terus dioptimalkan. Secara keseluruhan pajak dan retribusi capaiannya sudah mendekati target yang ditentukan.
“Pastinya dalam tiga minggu ke depan, jumlah realisasi PAD akan terus bertambah,” katanya.
SKPD yang capaian 100 persen yakni Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja. Selajutnya Dinas Perdagangan dan Industri, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kebersihan masih proses peningkatan realisasi PAD. “Kalau melihat trennya kemungkinan target PAD kita akan tercapai 100 persen,” ujarnya optimis.
Terlebih jika melihat tren dan potensi PAD seperti pajak makan minum (restoran), pajak Hotel, sumber daya listrik (PJU), reklame, parkir dan hiburan. “Sedangkan PBB sekitar 87,18 persen dan BPHTP sekitar 87,52 persen, dan akan dikejar hingga akhir tahun 2024,” katanya.
Dikejar juga dengan pajak rumah kos-kosan dimana potensinya sangat besar. Sejauh ini pemilik atau pengelola rumah kos masih sulit untuk ditagih, padahal ketentuan undang-undang pajak, kategori penyedia rumah kos-kosan adalah termasuk wajib pajak.
“Jumlahnya ratusan rumah kos dan kami sosialisasi terus agar mereka bisa melakukan wajib pajaknya,” katanya. via

