Mata Banua Online
Selasa, April 28, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

BPBD Catat HST Paling Sering Banjir

by Mata Banua
4 Desember 2024
in Indonesiana
0
D:\2024\Desember 2024\5 Desember 2024\2\2\New Folder\BPBD Catat HST Paling Sering Banjir.jpg
BPBD Kalsel saat mengadakan rapat koordinasi yang dihadiri pemangku kebijakan daerah di Banjarbaru, Selasa (3/12).(foto:mb/ant)

 

BANJARBARU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) sebagai daerah terbanyak di landa musibah banjir dengan 42 kejadian dalam 12 tahun terakhir.

Berita Lainnya

Kejaksaan Tahan Mantan Kadisdik Banjarmasin

Kejaksaan Tahan Mantan Kadisdik Banjarmasin

27 April 2026
Jembatan Gantung di Desa Pasar Batu Putus

Jembatan Gantung di Desa Pasar Batu Putus

27 April 2026

Plh Kepala BPBD Provinsi Kalsel Bambang Dedi Mulyadi, Selasa (3/12), mengatakan, Kabupaten Banjar di posisi kedua dengan 32 kejadian banjir, sedangkan Kota Banjarmasin merupakan daerah yang paling sedikit dengan enam kejadian.

Menurutnya, Provinsi Kalsel merupakan daerah yang kerap terkena dampak banjir akibat kondisi dan letak geografis yang di kelilingi sungai besar.

Selain itu, ia menyebutkan banjir sebagai bencana alam yang terjadi tidak hanya dipengaruhi faktor alam, namun juga akibat aktivitas manusia, seperti permukiman di bantaran sungai dan sistem drainase yang tidak memadai.

“Kemudian juga kesadaran masyarakat yang minim di sepanjang alur sungai, serta penggundulan hutan di daerah hulu,” katanya.

Namun, ia mengapresiasi tim BPBD tingkat kota/kabupaten se-Provinsi Kalsel yang telah menyampaikan laporan akhir pelaksanaan kegiatan mitigasi, pengurangan risiko, dan peningkatan ketahanan daerah terhadap bencana atau penutupan program kegiatan riset dan inovasi komunikasi mitigasi bencana.

“Alhamdulillah, selama lima bulan lebih tim bersama BPBD telah melaksanakan tugas dan semoga hasil dari riset ini bermanfaat sebagai kajian mitigasi banjir di Banua, BPBD akan menindaklanjuti yang disesuaikan dengan kegiatan kita,” ucap Bambang.

Ia mengatakan, tim BPBD se-Provinsi Kalsel berupaya mengantisipasi bencana melalui kerja sama tim, komunikasi yang efektif, kolaborasi, menerima, serta mendistribusikan materi informasi bencana kepada media.

Selain itu, BPBD berkoordinasi dengan seluruh unit atau direktorat terkait untuk menyusun, mengkaji, dan mengembangkan konten komunikasi pada tiap fase bencana dengan media.

“BPBD juga memantau dan mengevaluasi pemberitaan kebencanaan, serta menggunakan hak jawab terhadap pemberitaan yang tidak sesuai fakta,” pungkasnya. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper