Mata Banua Online
Senin, April 13, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Dispersip Kalsel Tanamkan Etika pada Anak

by Mata Banua
27 November 2024
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2024\November 2024\28 November 2027\5\hal 5\Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel memperingati Hari Dongeng Nasional.jpg
DINAS Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel memperingati Hari Dongeng Nasional 2024 di Kota Banjarmasin, Selasa (26/11).(foto:mb/ant)

 

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan (Dispersip Kalsel) berupaya menanamkan etika dan moral bagi 250 anak jenjang PAUD/TK/SD pada peringatan Hari Dongeng Nasional 2024.

Berita Lainnya

Sekretariat Relawan Damkar Banjarmasin Barat Diresmikan

Sekretariat Relawan Damkar Banjarmasin Barat Diresmikan

12 April 2026
Pemko Tegaskan Tidak Ada Pemecatan Pegawai P3K

Pemko Tegaskan Tidak Ada Pemecatan Pegawai P3K

12 April 2026

“Dalam rangka memperingati Hari Dongeng Nasional, kami mengundang ratusan anak-anak mendengarkan cerita dongeng berjudul ‘Bulu Landak’ yang dibawakan oleh pendongeng lokal Kalimantan Selatan,” kata Kepala Dispersip Kalsel Nurliani Dardie di Banjarmasin, Selasa.

Dia menyebutkan dongeng yang berjudul “Bulu Landak” ini memiliki pesan moral yang baik untuk anak usia dini karena banyak makna yang bisa dipetik, seperti menanamkan jiwa saling menghormati, saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan, bahu-membahu, bermusyawarah jika ada konflik, dan masih banyak pesan moral dan etika lainnya.

“Selain itu, hewan landak yang memiliki duri runcing dan keras ini juga memberikan makna penting bagi anak-anak agar memiliki sifat dan pendirian yang tidak mudah goyah,” ujarnya.

Pada peringatan Hari Dongeng Nasional, pihaknya melibatkan pendongeng lokal, sedangkan pendongeng nasional biasanya saat peringatan skala internasional. Pendongeng lokal perlu diberikan panggung supaya bakat lokal semakin meningkat.

Menurut dia, mendongeng yang merupakan salah satu program dari inovasi “story telling” memiliki peran yang cukup besar dalam meningkatkan literasi dan minat baca anak usia dini.

Untuk kelompok anak usia dini, kata dia, tidak mudah menerapkan program minat baca, sehingga harus dengan inovasi yang menarik yang tidak membosankan bagi anak-anak, seperti berdongeng yang kemudian perlahan anak-anak akan tertarik dengan buku.

Ia mengatakan bahwa menanamkan minat baca tidak bisa dilakukan saat usia dewasa, sehingga berbagai inovasi perlu dilaksanakan untuk meningkatkan minat baca anak sejak usia dini, salah satunya dengan mengenalkan perpustakaan kepada anak-anak yang belum bisa membaca.

“Di perpustakaan kami siapkan ruang anak untuk bermain, jadi tidak hanya membaca buku tetapi bisa juga sambil bermain. Kami harap anak-anak dapat semakin mencintai buku dan perpustakaan untuk meningkatkan literasi masyarakat,” ujar Nurliani. ant

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper