Mata Banua Online
Senin, April 13, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Walikota dan Ribuan Guru Peringati HUT ke-79 PGRI

by Mata Banua
24 November 2024
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2024\November 2024\25 November 2024\5\hal 5\Walikota berbaur dengan para guru.jpg
WALIKOTA H Ibnu Sina berbaur dengan ribuan guru yang menghadiri Peringatan HUT ke-79 PGRI di Banjarmasin. (Foto:mb/via)

 

BANJARMASIN – Ribuan guru dari tingkat PAUD, SD, SMP hingga SMA membanjiri halaman balaikota Banjarmasin untuk menghadiri sekaligus memeriahkan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-79 PGRI tingkat Kota Banjarmasin di Siring Balai Kota, Jalan RE Martadinata, Sabtu (23/11).

Berita Lainnya

Sekretariat Relawan Damkar Banjarmasin Barat Diresmikan

Sekretariat Relawan Damkar Banjarmasin Barat Diresmikan

12 April 2026
Pemko Tegaskan Tidak Ada Pemecatan Pegawai P3K

Pemko Tegaskan Tidak Ada Pemecatan Pegawai P3K

12 April 2026

Acara yang berlangsung meriah itu, dihadiri Walikota Banjarmasin Ibnu Sina, Ketua TP PKK Siti Wasilah, Plt Kepala Dinas Pendidikan Ahmad Baihaqi, dan perwakilan anggota DPRD setempat.

Selain apel, acara juga dirangkai dengan pembagian ratusan hadiah door prize yang disambut penuh antusiasme oleh para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.

Walikota Ibnu Sina menyatakan sangat pentingnya peran guru dalam menciptakan sumber daya manusia atau generasi masa depan berkualitas.

“Tidak mungkin anak didik kita berkualitas kalau gurunya tidak berkualitas. Oleh karena itu, perhatian kami pada peningkatan mutu tenaga pendidikan sangat serius,” tekannya.

Dukungan pemko yang telah dilakukan yakni mengirim guru-guru ke Cambridge, London, untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka. “Ke depan, kesejahteraan guru juga menjadi prioritas,” tuturnya.

Selain itu, pemko mendukung guru honorer, khususnya di sekolah swasta yang jumlahnya masih banyak. “Ada aspirasi dari guru-guru honorer, terutama di swasta, agar mendapatkan honor daerah. Mudah-mudahan di tahun 2025 aspirasi ini bisa diperjuangkan dan dimasukkan dalam APBD. Ini tidak hanya soal gaji, tetapi bentuk penghargaan atas dedikasi mereka,” terangnya.

Terkait wacana penghapusan sistem zonasi pendidikan, Ibnu Sina menyarankan pendekatan yang lebih bijak. Menurutnya, zonasi ataupun tak dizonasi harus disesuaikan dengan kondisi.

Tujuan utama zonasi adalah pemerataan kualitas pendidikan. Sekolah di pusat kota dan pinggiran harus sama kualitasnya. Namun, jika ada kekurangan, lebih baik disempurnakan, bukan dihapus. Misalnya, kuota khusus untuk anak-anak berprestasi di sekolah favorit bisa menjadi solusi,” jelasnya lagi.

Ia juga menekankan agar kebijakan pendidikan tidak berubah-ubah setiap pergantian menteri pendidikan.

Sementara, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ahmad Baihaqi mengatakan, zonasi penerimaan siswa baru adalah upaya pemerintah memeratakan pendidikan. “Kita pertimbangkan dulu segi positif dan negatifnya, jika zonasi memberikan dampak positif bisa dilakukan namun tujuan kita hanya ingin memeratakan kualitas pendidikan,” katanya. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper