Mata Banua Online
Jumat, April 17, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Rekomendasi Ahli Gizi untuk Atasi Tubuh Yang kekurangan Protein

by Mata Banua
21 November 2024
in Mozaik
0
D:\2024\November 2024\22 November 2024\11\Halaman 1-11 Jumat\rekomendasi.jpg
(foto:mb/web)

 

Protein sangat penting untuk mengaktifkan fungsi tubuh yang sehat, sehingga penting untuk mengonsumsi protein yang cukup sepanjang hari agar tubuh tetap sehat dan bugar.

Berita Lainnya

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

7 Jenis Makanan yang Bisa Memperparah Jerawat, Perlu Dibatasi

10 Februari 2026
5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

5 Ciri-Ciri Orang dengan Kecerdasan Emosional Rendah, Kata Psikolog

10 Februari 2026

Dilaporkan oleh Hindustan Times pada Minggu (17/11), Ahli gizi senior dari Pusat Spesialisasi Diabetes Dr. Mohan, Uma Shakthy mengatakan bahwa protein adalah fondasi yang dapat diperoleh dari makanan yang dikonsumsi.

Setiap harinya, protein harus ada dalam mangkuk makanan kita sebesar 20 hingga 25 persen.

Jika tubuh tidak mendapatkan asupan protein yang cukup, seseorang akan mengalami defisiensi protein. Hal ini dapat diidentifikasi melalui sejumlah gejala tertentu.

Kelelahan misalnya, yang terjadi karena hilangnya otot, disusul oleh adanya pembengkakan pada kaki, rambut rontok, kuku rapuh sampai masalah kulit dan gigi tanggal.

Suasana hati juga akan mengalami perubahan akibat hormon menstruasi yang berubah-ubah secara tidak teratur.

Proses pencernaan, katanya, juga tertunda karena berkurangnya enzim pencernaan. Dampak lainnya berupa nyeri otot, nyeri kaki, ketidakmampuan untuk berjalan dengan mantap, sampai mengalami infeksi yang sering terjadi karena fungsi kekebalan tubuh yang terganggu.

“Protein sangat penting untuk membangun antibodi dan komponen kekebalan tubuh lainnya. Asupan yang rendah dapat membuat anda rentan,” ujar Shakthy.

Shakthy mengatakan untuk menangani defisiensi protein, seseorang perlu memperhatikan kebiasaan makan setiap hari. Mulailah dengan memasukkan lebih banyak makanan kaya protein ke dalam makanan dan camilan Anda setiap hari.

Bagi masyarakat yang menjalankan pola makan non-vegetarian, anda dapat mengonsumsi putih telur, ikan, dan ayam secara teratur.

Daging kambing dan sapi dapat dikonsumsi dalam jumlah yang lebih sedikit karena kaya akan lemak dan dianggap sebagai protein rendah lemak dan bernilai biologis tinggi.

Sedangkan bagi para vegetarian, protein bisa didapat dari kacang-kacangan seperti almond, kenari, pista, dan kacang mede.

Biji-bijian seperti biji chia, biji labu, biji rami, semua jenis kacang-kacangan dan polong-polongan, tahu juga harus disertakan dalam makanan.

“Segenggam kacang memberi anda protein yang cukup. Namun, kacang-kacangan perlu dikonsumsi dalam jumlah sedang, dengan memperhitungkan kalorinya,” katanya.

Dari produk olahan susu, protein bisa didapat melalui paneer, dadih, dan yoghurt yang dikonsumsi secara teratur.

Jika seseorang mengalami kekurangan protein yang parah, suplemen protein dapat membantu. Mengonsumsi protein whey juga akan bermanfaat dalam kasus seperti itu.ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper