
BANJARBARU – Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Winarto mengatakan kepolisian mengawasi potensi penyelundupan narkoba pada akhir tahun yang terindikasi kerap marak terjadi jelang momen pergantian tahun.
“Saya sudah perintahkan anggota monitor terus, sebisa mungkin dan semampu kita mengantisipasi,” katanya, Rabu (20/11).
Menurutnya, peningkatan pasokan narkoba biasanya di picu adanya permintaan yang tinggi. Apalagi pada akhir tahun, banyak aktivitas masyarakat seperti pesta rakyat dan sebagainya dimanfaatkan jaringan untuk memasarkan barang haram narkoba.
Salah satu jaringan yang diwaspadai Polda Kalsel, yakni gembong narkoba internasional Fredy Pratama, lantaran sindikat ini kerap menjadikan Kalsel pangsa pasarnya untuk sabu dan ekstasi.
Pada Oktober lalu, enam kaki tangan Fredy Pratama ditangkap menyelundupkan 70,76 kilogram sabu dan 9.560 butir ekstasi dari Pontianak, Kalimantan Barat ke Banjarmasin.
Winarto pun berharap masyarakat tak pernah putus memberikan informasi jika mengetahui ada dugaan penyelundupan narkoba yang masuk ke Kalsel atau sebaliknya.
“Polisi termasuk BNN tidak bisa bekerja sendiri, pemberantasan peredaran narkoba membutuhkan kerja sama semua pihak agar bisa lebih optimal,” pungkasnya. ant

