
BANJARMASIN – Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) Kota Banjarmasin telah mencapai 81,9 persen. Hal ini menunjukkan tren positif pada pemasukan PAD di semester II Anggaran 2024.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin, Edy Wibowo menuturkan secara keseluruhan angka tersebut dinilai hingga bulan Oktober. Mulai PAD transfer Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel hingga transfer pusat sudah mencapai angka 81,9 persen.
Edy merincikan capaian itu terdiri dari PAD sudah di angka 67 persen. Kemudian transfer pusat sekitar 81 persen dan transfer Pemprov Kalsel sudah 65,72 persen.
“Sambil optimalkan PAD tersebut, kami juga tinggal menunggu transfer dari provinsi. Mudah-mudahan bulan ini, triwulan ketiga sudah masuk ke kas kita,” ungkap Edy seusai menghadiri kegiatan High Level Meeting (HLM) Pendataan Asli Daerah (PAD) Pajak dan Retribusi Tahun Anggaran 2024 Semester II di Aula Kayuh Baimbai, Pemko Banjarmasin, Selasa (5/11).
Untuk transfer pusat, lanjut Edy, pihaknya masih menyiapkan laporan karena seperti Dana Alokasi Khusus (DAK) atau DAU sesuai dengan progress program. Selain itu pihaknya juga telah menyiapkan dana fisik, pendidikan, kesehatan, dana kelurahan termasuk insentif daerah.
“Ini kita siapkan, mudahan-mudahan November ini sudah tersalur,” katanya.
Sementara untuk sisi PAD sampai saat ini sudah tercatat sebesar Rp 286 miliar dari target yang ditentukan sebelumnya. Dalam waktu 2 bulan yang tersisa pihaknya akan terus mengoptimalkan agar bisa tercapai minimal di angka Rp 400 miliar untuk capaian PAD.”Kalau Rp 400 miliar itu sekitar 90 persen,” ujarnya.
Meski menunjukan tren positif, pihaknya juga berjaga-jaga agar anggaran belanja agar tidak terlalu over.
Adapun potensi pajak yang besar saat ini, kata dia, masih sama. Yakni pajak Penerangan Jalan Umum PJU, Pajak Bumi Bangunan (PBB), Pajak Hotel serta Pajak Makanan dan Minuman. via

