Mata Banua Online
Jumat, April 17, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Dinkes Usul Rp 2,5 M untuk PMT Anak Berisiko Stunting

by Mata Banua
6 November 2024
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2024\November 2024\7 November 2024\5\hal 5\Salah satu kegiatan PMT ke sasaran anak beresiko stunting di kawasan Alalak.jpg
Salah satu kegiatan PMT ke sasaran anak beresiko stunting di kawasan Alalak. (Foto:mb/via)

 

BANJARMASIN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin mengusulkan anggaran Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak berisiko stunting di tahun 2025 mendatang.

Berita Lainnya

Yamin: Birokrasi Harus Lebih Cepat dan Responsif

Yamin: Birokrasi Harus Lebih Cepat dan Responsif

16 April 2026
PAM Bandarmasih Siap Antisipasi El Nino Gozila

PAM Bandarmasih Siap Antisipasi El Nino Gozila

16 April 2026

Kepala Dinkes Kota Banjarmasin, Tabiun Huda mengungkapkan usulan untuk program itu sekitar Rp 2,5 miliar.

“Kita berharap disetujui usulan anggaran itu,” ucap Tabiun, di sela-sela kegiatan rembuk stunting bersama Pemko Banjarmasin, Selasa (5/11).

Tabiun mengatakan, anggaran itu untuk peningkatan pemberian makanan tambahan dengan sasaran 1.536 anak berisiko stunting dari 46.600 anak.

Menurutnya, jumlah sasaran anak penerima manfaat tersebut tidak bertambah, namun pihaknya ingin meningkatkan kualitas makanan dan gizi anak agar program penurunan stunting itu lebih cepat terealisasi baik.

“Selain itu sebagai persediaan kita jaga-jaga agar tidak kekurangan anggaran nanti,” ujarnya.

Ia membeberkan bahwa besaran dana PMT satu orang anak sekitar Rp 16.500 per porsinya untuk satu kali makan. PMT berisikan nasi lauk, sayur, buah dan makanan bergizi lainnya.

Program penurunan angka stunting inipun selalu dipantau dan dievaluasi oleh kader serta ahli gizi dinas kesehatan Banjarmasin (puskesmas) agar komposisi makanan memenuhi gizi anak efektif.

Kemudian,pengelolaan dana diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk memasak dan membuat PMT tersebut. “Sistemnya seperti Pokmas (Kelompok Masyarakat) yang melaksanakan. Jadi masyarakat yang mengolahnya dan masyarakat pula yang mengantarnya. Sementara Dinkes yang mengawasinya,” tutupnya. via

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper