Mata Banua Online
Sabtu, April 18, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Produksi Padi Kalsel Meningkat dan Surplus

by Mata Banua
6 November 2024
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2024\November 2024\7 November 2024\5\hal 5\Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel H Syamsir Rahman.jpg
KEPALA Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel H Syamsir Rahman saat memberi keterangan pers, usai paparan dalam rapat Komisi II DPRD provinsi setempat yang dipimpin Ketuanya Muhammad Yani Helmi di Banjarmasin, Rabu (6/11) siang.(foto:mb/ant)

 

BANJARMASIN – Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan (Kalsel) H Syamsir Rahman menyatakan, produksi padi di provinsinya yang kini berpenduduk lebih empat juta jiwa tersebar pada 13 kabupaten/kota meningkat dan surplus.

Berita Lainnya

Yamin: Birokrasi Harus Lebih Cepat dan Responsif

Yamin: Birokrasi Harus Lebih Cepat dan Responsif

16 April 2026
PAM Bandarmasih Siap Antisipasi El Nino Gozila

PAM Bandarmasih Siap Antisipasi El Nino Gozila

16 April 2026

“Produksi padi Kalsel Tahun 2023 tercatat 820 ton meningkat menjadi 930 ton pada Tahun 2024,” ujar Syamsir di sela-sela rapat kerja bersama Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD provinsi setempat di Banjarmasin, Rabu siang.

Namun Syamsir yang juga Penjabat Bupati Tanah Laut (Tala) tersebut tidak menyebut tingkat surplus padi Kalsel, kecuali menyatakan syukur alhamdulilah provinsinya dapat membantu kebutuhan daerah tetangga seperti Kalimantan Timur (Kaltim/ dan Kalimantan Tengah (Kalteng).

“Karena ketiga provinsi lain di Pulau Kalimantan produksi padi mereka masih minus. Tapi tidak apa, yang namanya pangan tidak ada batas wilayah, jadi kita bisa suplai buat kebutuhan daerah tetangga,” tegasnya.

Ia menambahkan, selain sebagai penyangga ketahanan pangan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berkedudukan di Kaltim, Kalsel juga berada pada urutan ke-11 penyangga ketahanan pangan nasional.

“Sesuai program cetak sawah secara nasional dalam mewujudkan swasembada pangan salah satu program utama Presiden Prabowo Subianto, kita Kalsel mendapat jatah 500.000 hektare (ha),” ujar Syamsir.

Ia menerangkan, dari sebanyak 500.000 ha untuk cetak sawah di Kalsel pelaksanaannya bertahap pada Tahun 2025 – 2027 masing-masing 150.000 ha dan 50.000 ha Tahun 2028.

“Sedangkan sebaran cetak sawah tersebut pada seluruh kabupaten/kota di Kalsel terbanyak Kabupaten Kotabaru 94.000 ha, terkecil Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru,” lanjutnya tanpa merinci

Ia berharap, dengan pencetakan sawah baru tersebut makin meningkatkan produksi padi Kalsel ke depan.

“Apalagi dengan rencana panen asal dua kali dalam setahun menjadi tiga kali. Kita optimistis akan mengurangi ketergantungan impor beras secara nasional. Namun untuk Kalsel tidak perlu impor,” demikian Gt. Syamsir.

Sementara Ketua Komisi II Muhammad Yani Helmi dan anggotanya mengapresiasi kinerja Tahun 2025 dan rencana program 2025 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel dengan tepuk tangan.

“Apakah karena pokok-pokok pikiran atau Pokir anggota Dewan tertampung dalam program Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, sehingga bertepuk tangan,” demikian Yani Helmi atau yang akrab dengan sapaan Paman Yani. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper