Mata Banua Online
Jumat, Maret 13, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Triwulan III, Realisasi PMDN Banjarmasin Tertinggi se Kalsel

by Mata Banua
5 November 2024
in Banjarmasin, Kotaku
0

 

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina

BANJARMASIN – Selama kurun waktu tiga triwulan terakhir per Januari – September 2024, tercatat realisasi penanaman modal di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp18.134.582, 50 triliun dengan 9.139 proyek, terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp12.184.741,50 triliun dengan 8.255 proyek dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 5.949.841 triliun dengan 884 proyek.

Berita Lainnya

Pemko Siapkan Rp 47 Miliar THR untuk ASN

Pemko Siapkan Rp 47 Miliar THR untuk ASN

12 Maret 2026
Bandara Syamsudin Noor Siap Layani 184.772 Pemudik

Bandara Syamsudin Noor Siap Layani 184.772 Pemudik

12 Maret 2026

Demikian disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalsel, Endri AP, M.AP di Banjarbaru, Senin (04/11/2024), sesuai data paparan realisasi investasi PMDN/PMA Kementerian Investasi/BKPM dan daftar LKPM Kalsel Kedeputian Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKM.

Realisasi tertinggi dan proyek terbanyak (PMA + PMDN) pada periodi ini, berada di Kabupaten Kotabaru yakni Rp4.610.415 triliun, disusul Kabupaten Tanah Bumbu Rp3.714.188 triliun dan Kota Banjarmasin Rp3.100.058 triliun.

”Kota Banjarmasin menjadi kabupaten kota dengan proyek terbanyak yaitu 2.056 proyek, kemudian Kabupaten Banjar dengan 1.320 proyek dan Kota Banjarbaru dengan 1.096 proyek,” sebut Endri.

Dalam sumber data yang sama, disebutkan realisasi investasi tertinggi berdasarkan jenis usaha pada Januari – September 2024 yaitu, investasi PMDN di Kota Banjarmasin sebesar Rp2.973.888 triliun, Kabupaten Tanah Bumbu Rp2.781.408 triliun, dan Kabupaten Tapin Rp1.618.639 triliun.

Sedangkan investasi PMA ada di Kabupaten Kotabaru Rp3.699.978 triliun, Kabupaten Tanah Bumbu dengan realisasi Rp932.780 miliar, dan Kabupaten Balangan Rp356.495 miliar.Adapun realisasi investasi berdasarkan sektor usaha (PMA + PMDN) pada periode yang sama yakni Sektor Pertambangan Rp.10.082.040 triliun, kemudian Sektor Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi Rp2.400.844 triliun, dan Sektor Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Peternakan Rp1.287.620 triliun.

Disebutkan, realisasi PMDN tertinggi terjadi pada triwulan III 2024 ada di Kota Banjarmasin dengan nominal Rp715.082,20 miliar dengan 647 proyek, disusul Kabupaten Tanah Bumbu dengan realisasi Rp633.275,90 miliar dengan 375 proyek, dan Kabupaten Banjar sebesar Rp 508.165,30 miliar untuk 423 proyek.

Sedangkan realisasi tertinggi PMA pada triwulan yang sama, terdapat di Kabupaten Kotabaru dengan angka Rp 2.094.579,00 triliun dengan 45 proyek, di Kabupaten Tanah Bumbu sebesar Rp456.042,00 miliar dengan 28 proyek, dan Kabupaten Balangan Rp 299.428,50 miliar pada 4 proyek.

Lebih rinci dijelaskan Endri, sektor usaha PMDN terbesar ada di pertambangan yakni Rp795.268,20 miliar, sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi dengan realisasi Rp748.120,30 miliar, sektor listrik, gas dan air dengan realisasi Rp444.430,60 miliar.

Di sisi lain, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menyambut baik hal tersebut. Ia meyakini, meski dengan keterbatasan Sumber Daya Alam yang dimiliki, Banjarmasin tetap menjadi pilihan investor dalam berinvestasi.

“Alhamdulillah, ini menggambarkan bahwa Banjarmasin masih menjadi kota yang ramah akan investasi, sehingga para investor suka menanamkan modalnya di sini dengan segmentasi yang sesuai dengan bidang bidang yang dibutuhkan,” kesannya.

“Sekali lagi ini paling tidak menunjukkan bahwa Banjarmasin masih jadi tempat yang nyaman, aman dan menjanjikan bagi investor tuk berinvestasi,” tukas Ibnu.

Selanjutnya, realisasi terbesar pada PMA adalah sektor pertambangan yaitu Rp 2.600.859,00 triliun, disusul sektor tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan sebesar Rp 286.135,50 miliar, dan sektor industri makanan dengan realisasi Rp 127.417,50 miliar.

Adapun negara dengan investasi terbesar pada triwulan III yakni Hongkong, RRT dengan Rp1.951.726,50 Triliun dengan 36 Proyek, Kepulauan Virgin Inggris dengan Rp 365.953,50 Miliar dengan 5 proyek, dan Singapura sebesar Rp 316.470,00 miliar dengan 143 proyek.via/rds

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper