Mata Banua Online
Selasa, April 28, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

BPBD Kalsel Susun Dokumen RPD Libatkan Multi Pihak

by Mata Banua
28 Oktober 2024
in Indonesiana
0
D:\2024\Oktober 2024\26 Oktober 2024\2\2\2.jpg
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, R Suria Fadliansyah saat menyampaikan sambutan pada Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Tahun 2025 di aula BPBD Kalsel di Banjarbaru (MC Kalsel). (foto:mb/ist)

 

BANJARBARU – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, R Suria Fadliansyah mengajak kepada seluruh pihak atau multi pihak agar dapat berpartisipasi pada Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Tahun 2025 di aula BPBD Kalsel di Banjarbaru, Senin (28/10).

Berita Lainnya

Kejaksaan Tahan Mantan Kadisdik Banjarmasin

Kejaksaan Tahan Mantan Kadisdik Banjarmasin

27 April 2026
Jembatan Gantung di Desa Pasar Batu Putus

Jembatan Gantung di Desa Pasar Batu Putus

27 April 2026

“Kita sebentar lagi memasuki tahun 2025 dan ini tentu saja diharapkan penyelesaian RPB di 2024 ini akan membantu dalam penanganan kita yang berkelanjutan, kami berharap kegiatan ini bisa diikuti dengan seksama dan mudah-mudahan ada masukan-masukan yang didapatkan sehingga menjadi sebuah kesempurnaan dari RPB,” katanya.

Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel, multi pihak yang terdiri dari pemerintah, akademisi, TNI-Polri, media dan masyarakat diharapkan partisipasinya dalam penanganan kebencanaan di wilayah Banua, Kalsel Babussalam.

“Kita sadar bahwa tanpa adanya kepastian PRB dalam penganggulangan bencana, mungkin arah tujuan pembangunan kita juga tidak terarah dan berharap hari ini bisa melahirkan beberapa isu yang mungkin secara strategis bisa dibahas nantinya,” lanjut Suria.

Beberapa hal yang menjadi pembahasan pada pertemuan tersebut, diantaranya kurangnya kesadaran dan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat dalam mengurangi risiko bencana, termasuk penggalakan BPBD Kalsel pada desa tangguh bencana.

Kemudian, belum optimalnya peningkatan sistem peringatan dini (early warning system-EWS), perencanaan, kontribusi dan kedaruratan bencana yang prioritas, kesemuanya diharapkan menjadi bagian dalam RPB.

Terkait dengan optimalisasi sistem pendataan kebencanaan yang terintegrasi, update dan dapat diakses oleh publik juga menjadi perhatian sehingga pemanfaatan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdsalop-PB) terus ditingkatkan dan bisa lebih efektif.

“Pusdalops kita tahun 2024 ini juga diharapkan sudah dapat bantuan dari BNPB Pusat untuk memperlancar pengadaan prasarana sarana sehingga penanganannya nanti secara khusus dapat dilaporkan melalui Pusdalops, jadi menyeluruh di Provinsi Kalsel,” lanjutnya.

Suria menyebutkan, update informasi melalui Pusdalops nantinya tidak hanya untuk Kalsel, namun juga seluruh Indonesia, kejadian bencana itu nanti bisa diupdate secara cepat dan selama ini, pihaknya memang menggunakan peralatan seadanya, namun masih bisa digunakan untuk komunikasi. MC Kalsel/Fuz/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper