Mata Banua Online
Sabtu, April 18, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Polairud Amankan Penyelundup BBM Bersubsidi Pertalite

by Mata Banua
24 Oktober 2024
in Banjarmasin, Indonesiana
0
D:\2024\Oktober 2024\25 Oktober 2024\2\2\New Folder\5.jpg
Kasat Polair Polresta Banjarmasin, AKP Dading Kalbu Adie (Foto:mb/ist)

 

BANJARMASIN – Unit Gakkum Sat Polairud Polresta Banjarmasin telah mengamankan dua orang pria terduga pelaku penyeludupan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite.

Berita Lainnya

Yamin: Birokrasi Harus Lebih Cepat dan Responsif

Yamin: Birokrasi Harus Lebih Cepat dan Responsif

16 April 2026
PAM Bandarmasih Siap Antisipasi El Nino Gozila

PAM Bandarmasih Siap Antisipasi El Nino Gozila

16 April 2026

Penyelundupan BBM tersebut ternyata sudah dilakoni kedua tersangka selama 36 bulan dan hal ini dibenarkan oleh Kasat Polairud Polresta Banjarmasin, AKP Dading Kalbu Adhie kepada awak media, Rabu (23/10).

Untuk pelaku penyeludupan BBM bersubsidi jenis pertalite, berinisial MS (46) dan JL (27) dan mereka berdua ini sudah menyeludupan BBM pertalite, yang dibeli dari pelansir dan dijual kembali kepada pembeli, sudah selama 36 bulan melakoninya.

Dading juga memastikan adanya isu beredar di media sosial, bila kedua pelaku ini yang diamankan adalah oknum. Namun kenyataannya mereka adalah warga biasa bukan oknum Polri. “Isu beredar semua tidak benar, alias hoax,” papar Dading KA.

Kedua tersangka ini bukan oknum, sebut Dading, hal itu dari pengakuan keduanya sudah selama 36 bulan beroperasi sejak (selama tiga tahun) lalu dan dalam satu kali penjualan BBM pertalite bersubsidi ke pembeli, keuntungan yang diraup dari kisaran Rp800 ribu hingga jutaan rupiah setiap harinya.

“MS dan JL menjual BBM subsidi lebih mahal diedarkan ke pangkalan speedboad dan harga jual BBM subsidi dari kisaran Rp10 ribu hingga Rp14 ribu/liter,” jelas AKP Dafing Kalbu Adie.

BBM yang mereka kumpulkan dari pengecer, diseludupkan lagi ke kawasan pesisir perairan sungai Pelambuan Jalan Ir PHM Noor Gang Perjuangan RT 43 RW 03 Kelurahan Kuin Cerucuk Kecamatan Banjarmasin Barat.

“MS yang merupakan warga sekitar TKP, JL (27) warga sipil warga Jalan Dahlia Kebun Sayur, Kelurahan Kuin Mawar, Banjarmasin Tengah,” katanya.

“Keduanya bukan anggota polri seperti yang isu santer di media sosial, memang bukan anggota polri,” jelas AKP Dading Kalbu Adie.

Tersangka JL tugasnya angkut BBM pertilete, gunakan speedboat tanpa mesin, sementara otak penyeludupn adalah MS.

Pemberitaan sebelumnya Unit Gakkum Satpoairud Polresta Banjarmasin menangkap dua orang pria yang diduga mau seludupan BBM subsidi jenis pertalite di perairan ke kawasan pesisir sungai menggunakan speedboad tak bermesin.

“Kami menyita BBM subsidi pertalite berjumlah 2.035 liter dan petugas masih mengembangkan kasus ini apakah ada tersangka lainnya,” tambahnya.

Di pinggir sungai tidak jauh dari rumah pelaku ditemukan tiga buah drum warna biru masing-masing kapasitas 200 liter terisi penuh sehingga total 600 liter BBM subsidi pertalite.

Di speedboat ditemukan 25 jerigen masing isi 35 liter jenis pertalite. Total 875 liter dan jerigen isi 20 liter dan 28 jerigen isi total 560 liter. sam/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper