Mata Banua Online
Kamis, Maret 5, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Permainan Tradisional Tandai Pembukaan Festival Gerbang Nusantara

by Mata Banua
22 Oktober 2024
in Pemprov Kalsel
0

 

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso, SSos, MSi saat memukul logo sebagai tanda dibukanya Festival Gerbang Nusantara

BANJARBARU – Permainan tradisional Balogo menandai pem­bukaan Pekan Budaya Banua Tahun 2024 dalam rangka Festival Ger­bang Nusantara selama lima hari di lapangan dr Murdjani Banjar­baru, Senin (21/10).

Berita Lainnya

Tim Penggerak PKK Kalsel Safari Ramadan di Kabupaten Banjar

Tim Penggerak PKK Kalsel Safari Ramadan di Kabupaten Banjar

3 Maret 2026
Pemprov Kalsel Siap Bersinergi Ciptakan Situasi Kondusif

Pemprov Kalsel Siap Bersinergi Ciptakan Situasi Kondusif

3 Maret 2026

Staf Ahli Bidang Peme­rintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso, SSos, MSi mewakili Gubernur Kalsel memukul logo sebagai tanda dibukanya secara simbolis Festival Gerbang Nusantara.

Pada gelaran Festival Gerbang Nusantara ini ditam­pilkan berbagai stand expo yang diisi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal meliputi kerajinan, makanan serta pertunjukan seni budaya Banua.

Festival Gerbang Nusan­tara ini dihadiri Pamong Budaya Ahli Madya pada Direktorat Pengem­bangan dan Pemanfaatan Kebu­dayaan Kemendikbudristek, Nusi Lisabilla Estudiantin, Kepala UPTD Taman Budaya Pro­vinsi Kalsel, Suharyati.

Tampak hadir juga Pjs Wali­kota Banjarbaru diwakili Pjs Sekdakot Banjarbaru, Muham­mad Farhani, Dandim 1006 Banjar, Letkol Kav Zulkifer Sembiring, Pasminlog Lanal Banjarmasin, Mayor Laut Hary Nurdi dan jajaran Forkopimda Kalsel serta masyarakat sekitar.

“Saya menyampaikan apre­siasi dan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah berpar­tisipasi dalam kegiatan ini, di mana Pekan Budaya Banua ini meru­pakan sebagai bagian dari rang­kaian Festival Gerbang Nusantara 2024,” sebut Gubernur Kalsel dalam sambutan tertulis dibacakan Staf Ahli, Adi Santoso.

Pekan Budaya Banua ini sebuah kolaborasi antara Peme­rintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pen­didi­kan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi Republik Indonesia melalui program jalur rempah.

Adi Santoso menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat baik dalam meles­tarikan warisan budaya nusantara dan mening­katkan kesadaran masyarakat akan pen­tingnya menjaga serta melin­dungi kekayaan budaya daerah.

“Pekan Budaya Banua bukan hanya sekadar acara seremonial, namun lebih dari itu kegiatan ini adalah upaya bersama menjaga identitas dan jati diri kita sebagai bangsa yang kaya akan budaya,” ucap Adi Santoso.

Menurut Adi, budaya bukan hanya tradisi masa lalu, tetapi juga warisan berharga yang harus terus hidup. Bahkan, baginya relevan bagi generasi masa kini dan mendatang, baik itu ber­bentuk benda maupun tak benda.

Adi Santoso menerangkan agar Pekan Budaya Banua ini menjadi fondasi kuat dalam membangun karakter dan ke­pribadian bangsa.

“Tentu saja, Festival Ger­bang Nusantara yang terintegrasi dengan program jalur rempah ini meng­ingatkan kita akan penting­nya sejarah peradaban maritim nusantara dan pernah menjadi pusat perdagangan dunia dan pen­yebaran budaya,” jelasnya.

Di Kalimantan Selatan, Adi Santoso menyebut sebagai bagian dari sejarah besar ini yang memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga, melestarikan dan mempromosikan budaya daerah.

“Saya berharap melalui Pekan Budaya Banua ini dapat memperkuat semangat kebersa­maan dan gotong royong dalam melestarikan budaya agar tetap hidup dan berkembang di tengah tantangan globalisasi,” katanya.

Adi Santoso pun mengatakan bahwa kekayaan budaya daerah merupakan warisan nenek mo­yang terdahulu sehingga penting untuk penanaman nilai kepada generasi sekarang.

“Marilah kita jadikan mo­mentum ini untuk mengenal lebih dalam kekayaan budaya kita, menghargai warisan nenek moyang dan mena­namkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda,” pungkasnya.

Sementara itu, Pamong Budaya Ahli Madya Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemen­dikbudristek RI, Nusi Lisabilla Estudiantin menyampaikan bahwa pihaknya memiliki program unggulan yaitu jalur rempah nasional yang berkaitan dengan sosialisasi dan destinasi.

Tak hanya soal perdagangan saja, menurut Nusi, jalur rempah sebagai transfer ilmu penge­tahuan antara sosial, budaya, bahasa, keahlian, keterampilan dan agama.

“Jalur rempah tak hanya sebatas perdagangan semata, tetapi peng­hubung antar budaya dan memiliki keberagamaan di Indonesia, tentu perlu di­pertahankan,” tegasnya.

Nusi Lisabilla juga menga­takan, lewat kegiatan Festival Gerbang Nusantara ini sebagai bentuk meles­tarikan dan menjaga warisan dunia.

Dengan begitu, Nusi Lisabilla pun mendorong pemerintah daerah agar saling bersinergi dalam merea­lisasikan program yang dicanangkan tersebut dan nantinya juga akan digelar sebuah workshop, seminar hingga residensi.

“Kita harapkan program ini berkelanjutan dan membawa dampak luas bagi masyarakat luas sehingga nanti kita akan terus bersinergi dengan peme­rintahan baru di bawah Kemen­terian Kebudayaan, Pimpinan Bapak Fadli Zon. Kiranya, semangat Kebu­dayaan terus berlanjut,” tandasnya. mr/adpim/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper