BANJARBARU – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan melahirkan inovasi baru “Otak Pintar” (Optimalisasi peternakan itik pola ntegrasi multi pihak berkolaborasi) dalam upaya meningkatkan produksi peternak itik.
“Kita berharap melalui aplikasi ‘Otak Pintar’, mampu meningkatkan produksi peternak itik di banua ini,” kata Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, Edi Santosa, di Banjarbaru, Jumat (18/10).
Menurut Edi, inovasi Otak Pintar tersebut nantinya akan memberikan informasi kepada peternak itik baik budidaya telor maupun budidaya daging itik.
Dalam upaya mengimplementasi Otak Pintar tersebut, sebut Edi, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan Bank Kalsel untuk permodalam bagi peternak dan setiap peternakan memperoleh modal sebesar Rp50 juta dengan cicilan selama 1,5 tahun.
“Kami juga rencana akan menggandeng akademisi dan perusahaan besar yang beroperasi di Kalsel untuk menyisihkan corporate social responsibility (CSR) untuk membantu peternak itik,” ujarnya.
Model yang dikembangkan melalui Otak Pintar tersebut, kata Edi, sangat efektif untuk mengentaskan kemiskinan, karena terjangkau oleh peternak dan sangat menjanjikan pendapatan bagi peternak itik.
Dalam pengembangan peternakan itik tersebut, kata Edi, pihaknya akan melakukan pendampingan kepada peternak agar maju dan berkembang dan mampu meningkatkan pendapatan peternak di Banua ini.
Terpisah, salah satu peternak itik di Banjarbaru, Fathurrahman menyatakan menyambut baik upaya pendampingan dari instansi terkait terhadap peternak itik.
“Kita sangat berterima kasih kepada Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel yang membantu peternak dalam meningkatkan prosuksi ternak itik yang termasuk salah satu sumber protien hewani,” katanya. ani

