
BANJARMASIN – Stok tanggap darurat seperti beras, lauk pauk, sandang dan peralatan dapur keluarga dalam rangka penanggulangan bencana di Provinsi Kalimantan Selatan yang tersedia di gudang Dinas Sosial Provinsi Kalsel hingga saat ini relatif aman.
“Kita memiliki stok tanggap darurat relatif aman untuk memenuhi kebutuhan penanggulangan bencana sosial dan bencana alam di Kalsel,” kata Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel, H Achmadi, SSos di Banjarmasin, Minggu (20/10).
Menurut Madi (sapaan akrabnya), berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat ini sebagian daerah di Kalsel telah memasuki musim penghujan dan rawan terjadi bencana alam seperti banjir, puting beliung dan tanah longsor.
Namun demikian, kata Madi (sapaan akrabnya), jika stok tanggap darurat tersebut tidak mencukupi dalam penanggulangan bencana, maka pihaknya akan meminta tambahan ke Kementerian Sosial (Kemensos).
Selain stok tanggap darurat yang ada di Dinas Sosial Provinsi Kalsel, kata Madi, stok tanggap darurat juga masih tersimpan di Dinas Sosial kabupaten/kota se-Kalsel, termasuk pada 47 lumbung sosial di kecamatan.
Madi menyebutkan ke-47 lumbung sosial yang telah berdiri di Kalsel tersebut meliputi tiga di Kota Banjarmasin, empat di Kabupaten Banjar dan empat di Kabupaten Kotabaru.
Selain itu, ada tiga di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), empat di Kabupaten Tapin, tiga di Kota Banjarbaru dan masing-masing 11 di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kabupaten Balangan dan delapan di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu).
Menurut dia, pendirian lumbung sosial itu atas kerja sama antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pemprov Kalsel melalui Dinas Sosial dan semua lumbung sosial tersebut, lokasi berada di daerah yang rawan bencana alam.
Lumbung sosial, kata Madi, merupakan tempat penyimpanan logistik tanggap darurat bencana bagi warga masyarakat yang terdampak bencana sekaligus sebagai upaya pendepatan bantuan darurat bencana digaris terdepan. ani

