
JAKARTA – Presiden terpilih Prabowo Subianto akan menggelar pembekalan untuk para calon menteri di kediamannya, Hambalang, Kabupaten Bogor, hari ini Rabu (16/10). Awalnya, pembekalan direncanakan Selasa, namun Prabowo masih akan memanggil sejumlah calon menteri/calon wakil menteri ke rumahnya yang berada di Kertanegara, Jakarta Selatan.
“Pembekalan di Hambalang tanggal 16 Oktober,” ucap Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Jalan Kertanegara Nomor IV, Jakarta Selatan, Senin (14/10), seperti dikutip CNNindonesia.com.
Dasco mengatakan Prabowo tak sendirian dalam pembekalan itu. Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan hadir saat pembekalan di Hambalang.
Kemarin, Prabowo memanggil secara bergantian 49 orang calon menteri/calon wakil menteri. Sebanyak 16 orang yang dipanggil adalah menteri-menteri kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Beberapa di antaranya Sri Mulyani, Erick Thohir, Pratikno, Airlangga Hartarto, dan Budi Gunadi Sadikin.
Lalu ada ketua-ketua umum parpol yang juga dipanggil. Mereka adalah Zulkifli Hasan, Bahlil Lahadalia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Usai pemanggilan itu, Prabowo mengatakan proses ini sebenarnya sudah berjalan lama. Ia sudah mempelajari nama-nama yang akan bergabung di kabinet jauh hari sebelum memanggil mereka ke Kertanegara.
“Kita adakan pemantauan diskusi dan sebelum saya undang ke sini sebenarnya mereka sudah menyatakan bersedia membantu saya,” ujar Prabowo semalam.
“Sebetulnya hari ini hanya mengonfirmasi. Saya konfirmasi, saya yakinkan mereka bersedia atau tidak bantu saya di bidang yang saya tawarkan kepada mereka,” imbuhnya.
Sejak Senin (14/10) hingga Selasa kemarin, Prabowo telah memanggil secara bergantian calon menteri dan calon wakil menteri untuk kabinet mendatang. Mereka yang dipanggil Prabowo adalah para elite politik, aktivis, hingga pengusaha.
Sementara, Sufmi Dasco Ahmad menyebut presiden terpilih Prabowo Subianto berencana menemui Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dalam waktu dekat.
Pertemuan itu menyusul sikap NasDem yang memutuskan tidak masuk dalam kabinet meskipun mendukung pemerintahan mendatang.
“Kita sudah melihat atau mendengar di media bahwa Partai NasDem menunggu pemerintahan Prabowo-Gibran dan sepenuhnya akan mengikuti, mendukung, program presiden terpilih,” kata Dasco.
“Dalam waktu dekat, akan ada pertemuan antara Pak Surya Paloh dengan Pak Prabowo,” imbuhnya.
Sekadar diketahui, pada Pilpres 2024, NasDem mengusung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Setelah pilpres usai, Surya Paloh menyatakan NasDem mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.
Namun, pada Minggu (13/10), Sekjen Partai NasDem Hermawi Taslim menyatakan NasDem tak akan masuk kabinet Prabowo. Dia menyebut ada banyak pertimbangan NasDem sebelum akhirnya memutuskan untuk tidak masuk dalam kabinet.
“Atas dasar pertimbangan banyak hal, kita memutuskan juga untuk tidak masuk dalam kabinet,” kata Hermawi di RSPAD Gatot Subroto.
Ia beralasan masukan dan pemikiran dari NasDem kepada pemerintahan Prabowo-Gibran jauh lebih penting dari sekadar kehadiran di dalam kabinet. Hermawi pun mengatakan partainya tetap bergabung dan menjadi bagian tak terpisahkan dalam pemerintahan Prabowo-Gibran.
Prabowo bersama Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden periode 2024-2029 pada 20 Oktober 2024 dalam Sidang Paripurna MPR. web

