
BANJARMASIN – Malam ke-34 dalam rangkaian kegiatan Gema Maulid 40 Malam 1446 hijriyah yang digelar di Gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin berlangsung khidmat dengan menghadirkan penceramah Tuan Guru H Abdurrahman Husein, Pimpinan Pondok Pesantren Sirajul Huda Pelaihari.
Gema Maulid kali ini diikuti ASN dan tenaga honorer dari Dinas Kelautan dan Perikanan, Rumah Saki Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perkim, RSGM dan masyarakat dari Desa Panyambaran.
Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor atau Paman Birin melalui Kepala BPBD Provinsi Kalsel, R Suria Fadliansyah, SPd, MPd menekankan pentingnya meminimalisir bencana melalui gerakan Revolusi Hijau yang telah lama digaungkan.
Gerakan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan, sesuai dengan semangat sunnah Nabi yang mengajarkan kita semua untuk merawat alam agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Menurut Suria, semangat ini harus menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus merawat dan melindungi lingkungan, sehingga bencana seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana lainnya dapat diminimalisir.
“Semangat Pak Gubernur Paman Birin ini hendaknya juga menjadi motivasi bagi kita semua untuk merawat lingkungan, sehingga bencana seperti karhutla dan lain sebagainya berkurang,” ujarnya.
Selain itu, Suria juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan, terutama mengingat Kalimantan Selatan akan segera memasuki musim penghujan.
“Kita berharap mudah-mudahan semua yang hadir di sini dapat mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW sehingga kita benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan di sekitar kita,” tutupnya.
TGH Abdurrahman Husein dalam tausiyahnya menyampaikan pesan mendalam tentang bagaimana Nabi Muhammad SAW memuliakan perempuan.
Guru Abdurrahman menekankan bahwa Rasulullah SAW merupakan teladan dalam memperlakukan perempuan dengan penuh penghormatan dan kasih sayang, baik sebagai ibu, istri, anak, maupun anggota masyarakat.
Guru Abdurrahman juga menuturkan bahwa Nabi Muhammad SAW selalu menekankan pentingnya menjaga hak-hak perempuan dan menghargai peran mereka dalam keluarga dan masyarakat.
Salah satu contohnya adalah sabda Nabi Muhammad SAW yang menyatakan, “Surga berada di bawah telapak kaki ibu,” yang menggambarkan betapa mulianya kedudukan seorang ibu dalam Islam.
Lebih lanjut, Guru Abdurrahman menekankan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan dalam peran laki-laki dan perempuan, memberikan hak dan kewajiban yang setara sesuai dengan fitrah dan kemampuan masing-masing.
“Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang sangat menghargai perempuan dan hal itu menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk mengikuti jejak beliau dalam memperlakukan perempuan dengan penuh penghormatan,” jelas.
Selain itu, Guru Abdurrahman juga menceritakan tentang kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai penolong dan pembawa kabar gembira.
Beliau mengisahkan bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW bukan hanya menjadi anugerah bagi umat Islam, tetapi juga bagi seluruh umat manusia dan kehadirannya di dunia membawa perubahan besar dalam tatanan kehidupan sosial, moral dan spiritual.
“Dalam tugasnya, Rasulullah menyampaikan wahyu Ilahi yang menjadi pedoman hidup bagi umat manusia, memberikan petunjuk jalan yang benar, serta membawa kabar gembira bagi mereka yang beriman dan beramal saleh,” katanya.
Rasulullah SAW hadir sebagai penolong bagi umat yang tersesat dalam kegelapan jahiliyah, membawa cahaya Islam yang memberikan petunjuk kepada jalan yang lurus.
Lahirnya Nabi Muhammad SAW juga membawa pesan persaudaraan, keadilan dan kedamaian. Beliau mengingatkan bahwa momen kelahiran Nabi bukan hanya sekadar peristiwa sejarah, tetapi harus menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk terus meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan kebaikan dan keadilan di dunia.
Dengan penuh khidmat, Guru Abdurrahman mengajak para hadirin merenungkan makna kelahiran Rasulullah SAW dan berusaha menadi umat yang selalu berpegang pada ajarannya.
“Semoga kita semua dapat meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW, menjadi pribadi yang membawa manfaat dan kebaikan bagi orang lain, sebagaimana beliau diutus sebagai pembawa rahmat,” pungkasnya. md/adpim/ani

